Pemprov Jabar Prioritaskan Penyelesaian Pembangunan 14 Jalan Tol di Jabar

by -5 views

tolPemerintah provinsi Jawa Barat prioritaskan penyelesaian pembangunan 14 jalan tol di Jawa Barat. Hal itu untuk mendorong percepatan ekonomi masyarakat Jawa Barat.

Pelaksana tugas (plt) Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, saat ini pemprov jabar fokus pada pembangunan 14 jalan tol di Jabar. Dimana penyelesaiannya dilakukan secara bertahap. Persiapan pembangunannya sendiri mulai dari pembebasan lahan sudah dilakukan sejak tahun 2009 lalu dan target paling lama penyelesaian fisik pada tahun 2023 mendatang.

“Ini kita lakukan sebagai upaya percepatan pembangunan ekonomi jabar,” jelas Iwa disela kunjungan kerja ke wilayah Jabar Selatan, Kamis (1/10/2015).

Menurutnya hal ini sangat penting, terlebih pembangunan infrastruktur jalan akan menjadi penunjang dalam peningkatan mobilitas masyarakat. Sehingga ekonomi masyarakat pun menjadi lebih meningkat.

“Tentunya dampak ekonomi pun akan terasa dengan beroperasinya ke 14 jalan tol tersebut,” katanya.

Adapun ke 14 jalan tol tersebut antara lain, jalan tol Soreang – Pasirkoja sepanjang 10,57 km yang dimulai dari sejak tahun 2010 hingga 2018 dimana anggaran disiapkan Rp 2,30 Triliun. Selain itu ada Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), rencana dilakukan sejak 2014 hingga 2020 dan anggaran disiapkan Rp 8,28 Triliun. Begitu juga dengan Cikopo – Palimanan (Cipali) 116 km sejak 2010 dan kini sudah dioperasikan menghabiskan anggaran sebesar Rp 12,60 Triliun. Termasuk Cileunyi – Sumedang-Dawuan sepanjang 60,1 KM. Dimana perencanaan dimulai dari sejak tahun 2010 dan ditargetkan rampung 2017 anggaran yang disiapkan Rp11,32 Triliun.

“Begitu juga dengan jalan tol Ciawi – Sukabumi sepanjang 54 KM itu dimulai sejak tahun 2009 dan ditargetkan selesai tahun 2020 dengan dana yang disiapkan sebesar Rp 7,78 Triliun. Serta Sukabumi – Ciranjang sepanjang 28 KM dimulai tahun 2016 ditargetkan selesai 2021 anggaran yang disiapkan Rp 5,86 Triliun,” katanya.

Selain itu ada juga jalan tol Ciranjang – Padalarang sepanjang 33 KM yang dimulai tahun 2018 ditargetkan rampung 2023 anggaran disiapkan Rp 6,12 triliun. Begitu juga dengan jalan tol Cimanggis – Cibitung sepanjang 25,9 KM yang dimulai dari tahun 2009 dan selesai 2019 anggaran yang disiapkan Rp 5,80 Triliun. Termasuk jalan tol Cikarang – Tanjung Priuk sepanjang 34,5 KM yang mulai dibangun 2009 target selesai 2018 anggaran disiapkan Rp 2,83 triliun.

“Sementara untuk jalan tol Cileunyi – Nagreg – Tasikmalaya sepanjang 70 KM mulai tahun 2015 ditargetkan rampung 2019 anggaran disiapkan Rp 13 Triliun. Sedangkan jalan tol Tasikmalaya – Ciamis – Banjar sepanjang 70 KM dimulai tahun 2017 rampung 2022 anggaran disiapkan Rp 13 Triliun,” katanya.

Selain itu ada jalan tol Banjar – Pangandaran sepanjang 80 KM mulai dibangun 2017 ditargetkan selesai 2020 anggarannya Rp 13 Triliun. Sementara jalan tol Depok – Antasari dimulai tahun 2014 hingga 2017 anggaran disiapkan Rp 21,54 triliun. “Dan yang terakhir, Bogor Ring Road mulai dibangun 2011 ditargetkan rampung 2017 menghabiskan anggaran Rp 11 Triliun,” katanya.

Lebih lanjut Iwa pun mengatakan, saat ini beberapa proyek Jalan Tol sedang proses pembebasan lahan. Tetapi ada beberapa pula yang tahap pembangunan fisik.

“Bahkan jalan tol Cipali pun sudah selesai. Sementara jalan tol soroja sedang dalam tahap pembangunan fisik, dan ditargetkan selesai agustus 2016 karena akan digunakan untuk PON Jabar 2016,” katanya.

Terkait skema pembiayaan, lanjut Iwa, sebagian besar pendanaan akan dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Pendanaan sebagian besar dari pemerintah pusat. Pemprov sendiri diminta bantuan bila ada hambatan-hambatan dilapangan seperti pembebasan lahan dan lainnya,” katanya.

Menurutnya keberadaan tol ini selain meningkatkan ekonomi dibeberapa titik bisa memecah kemacetan yang sering terjadi ketika weekend maupun saat arus mudik atau balik lebaran Idul Fitri. Titik kemacetan yakni seperti di Ciranjang Cianjur, Ciranjang – Padalarang, Cileunyi – Tasikmalaya, serta Cileunyi – Sumedang.

“Ini penting karena bisa mengurai kemacetan disaat weekend ataupun arus mudik lebaran,” katanya.

(Galamedia)