Harga BBM Naik, Anggaran Sampah Bandung Hanya Cukup Sampai September

by -
by
Harga BBM Naik, Anggaran Sampah Bandung Hanya Cukup Sampai September

Kenaikan Harga BBM Berdampak pada Anggaran Pengangkutan Sampah Kota Bandung

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang terus terjadi berdampak langsung pada anggaran pengangkutan sampah dari Kota Bandung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hal ini menyebabkan anggaran yang sebelumnya cukup untuk jangka waktu tertentu, kini semakin tergerus.

Pada bulan April 2026 lalu, harga BBM non subsidi mengalami kenaikan signifikan. Pertamax Turbo yang awalnya Rp13.100 per liter naik menjadi Rp19.400. Sementara itu, Pertamina Dex meningkat dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, dan Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp24.150 per liter.

Per 4 Mei 2026, harga BBM kembali naik. Pertamax Turbo mencapai Rp19.900 per liter, Dexlite menjadi Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex meningkat menjadi Rp27.900 per liter. Kenaikan ini secara langsung memengaruhi biaya operasional pengangkutan sampah, yang selama ini menggunakan BBM non subsidi jenis Dexlite.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa armada pengangkut sampah tidak menggunakan BBM bersubsidi. Namun, penggunaan BBM non subsidi seperti Dexlite membuat anggaran pengangkutan sampah mengalami kontraksi.

Baca Juga:  Ketegasan Presiden dan Mendikbud Ditunggu

“Jadi tentu ada kontraksi ya, dengan adanya situasi global seperti ini, itu sangat berdampak. Kenaikan yang awal, itu yang semula (anggaran) cukup untuk 12 bulan menjadi 10 bulan,” ujar Darto dalam wawancara dengan Tribun Jabar, Rabu (6/5/2026).

Dengan kenaikan harga BBM non subsidi yang kedua, anggaran pengangkutan sampah dari Kota Bandung hanya cukup untuk sembilan bulan atau hingga September 2026 mendatang. “Sekarang sudah naik lagi, kita belum hitung lagi. Tapi setidaknya kemungkinan anggaran pengangkutan akan berkurang maksimal 3 bulan,” tambahnya.

Meski demikian, Darto masih belum bisa memastikan besaran anggaran khusus untuk biaya BBM tersebut. Secara keseluruhan, total anggaran untuk penanganan sampah di Kota Bandung sekitar Rp 90 miliar. Dengan kondisi ini, pihaknya akan kembali menambah anggaran untuk BBM tersebut pada APBD perubahan.

“Tapi pengangkutan tidak boleh kena dampak, harus normal karena kalau kita hitung, kontraksi terhadap pengurangan bulan itu, bisa diatasi melalui (APBD) perubahan,” ucap Darto.

Solusi Alternatif untuk Mengurangi Biaya Pengangkutan Sampah

Selain menambah anggaran, Darto juga mengungkapkan solusi lainnya. Pihaknya akan berupaya memperpendek jarak pengangkutan sampah atau bahkan tidak perlu mengangkut sama sekali. Tujuannya adalah agar sampah dari warga dapat diolah di hulu, sehingga tidak perlu dibawa ke TPA.

Baca Juga:  Timnas U23 Indonesia Tak Terkalahkan, Persiapan Hadapi Thailand

“Caranya habiskan di tempat oleh gaslah (petugas pemilah sampah). Itu penanganan sampah sudah diatas 62 ton, dari target 40 ton. Sekarang ini, akan terus kita dorong,” katanya.

Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat mengurangi beban anggaran pengangkutan sampah dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan limbah. Selain itu, upaya pengolahan sampah di hulu juga dapat memberikan manfaat lingkungan yang lebih baik.

Tantangan dan Langkah Ke depan

Kenaikan harga BBM non subsidi yang terus-menerus menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota dalam menjaga kelancaran pengangkutan sampah. Meskipun telah dilakukan beberapa langkah seperti penambahan anggaran dan optimalisasi pengolahan sampah, diperlukan strategi jangka panjang untuk menghadapi fluktuasi harga BBM yang tidak menentu.

Darto menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi kondisi ini. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan dapat menjaga kualitas layanan pengangkutan sampah serta menjaga kebersihan lingkungan di Kota Bandung.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.