JABARMEDIA.COM, Bogor, 2 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sebanyak 1.000 anak sekolah di Kota Bogor turut hadir dan memeriahkan Launching Senam Serbukatif sebagai bagian dari gerakan membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.
Kehadiran ribuan siswa ini menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membiasakan anak-anak untuk berkata baik, bersikap santun, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari bullying.
Senam Serbukatif bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarat makna edukatif. Dalam setiap gerakan dan irama, disisipkan pesan-pesan positif yang mengajak siswa untuk membangun kebiasaan berkata baik, saling menghargai, serta menjauhi perilaku negatif seperti perundungan (bullying).
Inisiator Gerakan Serbukatif, Yantie Rachim, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya kekerasan verbal di lingkungan anak-anak.
“Senam Serbukatif ini adalah cara sederhana namun kuat untuk menanamkan kebiasaan berkata baik sejak dini. Kita ingin anak-anak terbiasa mengucapkan kata-kata positif, karena dari situlah karakter terbentuk. Jika kata-katanya baik, maka perilakunya pun akan mengikuti,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembiasaan komunikasi positif merupakan langkah preventif yang efektif dalam mencegah bullying di sekolah.
“Bullying seringkali berawal dari kata-kata. Maka, jika kita ubah kebiasaan berbahasa anak menjadi positif, kita sedang membangun benteng karakter yang kuat bagi mereka,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, dalam pernyataannya memberikan apresiasi atas inovasi gerakan ini yang dinilai selaras dengan penguatan pendidikan karakter di sekolah.
“Partisipasi 1.000 siswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat membangun karakter positif semakin tumbuh di kalangan pelajar. Senam Serbukatif merupakan pendekatan kreatif yang menggabungkan aktivitas fisik dengan pendidikan karakter, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Rudi Suryanto, menilai bahwa gerakan ini memiliki dampak jangka panjang bagi pembentukan generasi masa depan.
“Gerakan ini tidak hanya membentuk kebiasaan baik di sekolah, tetapi juga dapat terbawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan 1.000 anak hari ini menjadi bukti bahwa gerakan ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi budaya bersama,” tuturnya.
Launching Senam Serbukatif yang bertepatan dengan Hardiknas ini diharapkan dapat menjadi gerakan masif yang diadopsi oleh sekolah-sekolah, tidak hanya di Kota Bogor tetapi juga di berbagai daerah lainnya.
Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, Senam Serbukatif diharapkan mampu menjadi bagian dari budaya baru dalam dunia pendidikan—budaya yang menanamkan kebaikan sejak dini, memperkuat karakter, dan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.







