Aluminium Bekas Bisa Dipress, Ini Syaratnya

by -
Aluminium Bekas Bisa Dipress, Ini Syaratnya



Pelek motor yang terbuat dari bahan aluminium sering kali menjadi pilihan karena bobotnya yang lebih ringan dibandingkan dengan pelek konvensional. Namun, meskipun terlihat kokoh dan tahan lama, ternyata proses press pelek ini tidak bisa dilakukan sembarangan.



Banyak orang mungkin mengira bahwa pelek aluminium bisa langsung dipress tanpa perlu persiapan khusus. Namun, menurut Ardiyansah, pemilik bengkel Dapur Jaya Motor, hal tersebut justru berisiko tinggi. “Press pelek motor berbahan aluminium itu sebetulnya penuh risiko, seperti pelek bisa retak,” ujarnya saat berbicara kepada JABARMEDIA.



Untuk menghindari keretakan pada pelek, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan. Salah satunya adalah memanaskan pelek terlebih dahulu sebelum proses press. “Sebelum dipress, pelek aluminium harus dipanaskan terlebih dahulu,” kata Ardiyansah.

Setiap bengkel memiliki metode pemanasan yang berbeda-beda. Di bengkel milik Ardiyansah, mereka menggunakan gas khusus untuk mencapai suhu ideal. Tujuannya adalah agar pelek tidak mudah retak atau patah saat dipress.

Selain itu, Ardiyansah juga menjelaskan risiko yang muncul setelah pelek dipanaskan. “Setelah dipanaskan biasanya bagian yang dipress warnanya akan hilang atau kusam. Sehingga harus dianodize lagi,” tambahnya.

Baca Juga:  Teliti Tangkubanparahu & Dieng, PVMBG kerjasama dengan AS

Proses Press Pekel Aluminium: Langkah-Langkah Penting

Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan ketika ingin melakukan press pada pelek motor berbahan aluminium:

  • Pemanasan:

    Pelek harus dipanaskan terlebih dahulu menggunakan alat khusus. Proses ini bertujuan untuk mengurangi risiko keretakan selama proses press. Setiap bengkel memiliki metode pemanasan sendiri, mulai dari penggunaan alat pemanas listrik hingga gas khusus.

  • Pemilihan Suhu:

    Suhu yang digunakan dalam pemanasan sangat penting. Terlalu panas bisa menyebabkan pelek menjadi lemah, sedangkan terlalu dingin tidak akan efektif. Oleh karena itu, bengkel spesialis biasanya memiliki standar suhu tertentu yang sudah teruji.

  • Pemeriksaan Kondisi Pekel:

    Sebelum proses press dimulai, pelek harus diperiksa apakah masih dalam kondisi baik. Jika sudah ada retakan atau keausan, maka tidak disarankan untuk dipress kembali.

  • Pengujian Setelah Press:

    Setelah proses press selesai, pelek harus diuji kembali untuk memastikan tidak ada kerusakan. Jika terdapat perubahan warna atau tekstur, maka diperlukan proses dianodize untuk mengembalikan penampilannya.

Risiko yang Harus Diperhatikan

Meskipun pelek aluminium masih bisa dipress, tetapi ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Pertama, pelek bisa retak jika tidak dipanaskan dengan benar. Kedua, bagian yang dipress bisa kehilangan warna atau menjadi kusam. Untuk mengatasi hal ini, biasanya diperlukan proses dianodize ulang agar permukaan pelek kembali cerah dan tahan lama.

Baca Juga:  Bupati Sumedang: Longsor Jatinangor Akibat Proyek TPT Tanpa Izin

Selain itu, pengguna juga perlu memperhatikan kualitas bahan pelek yang digunakan. Bahan yang berkualitas rendah cenderung lebih rentan rusak saat dipress. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih pelek yang sudah teruji dan cocok untuk proses press.

Dengan memahami semua risiko dan langkah-langkah yang diperlukan, pengguna dapat memastikan bahwa proses press pelek motor berbahan aluminium dilakukan dengan aman dan efektif.