Perkawinan Sapi di Sumedang Kini Lebih Mengandalkan Inseminasi Buatan
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Sumedang menyatakan bahwa saat ini tidak lagi ada perkawinan sapi yang dilakukan secara alami di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD Pembibitan DIskanak Sumedang, Novi Sri, yang menjelaskan bahwa peternak sapi lebih memilih melakukan inseminasi buatan (IB) untuk mendapatkan keturunan berkualitas.
“Ya, saat ini di Sumedang nyaris tak ada lagi peternak yang melakukan perkawinan alami pada sapi sapinya,” ujar Novi Sri pada Selasa, 11 November 2025. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini sudah menjadi pilihan utama para peternak karena memberikan hasil yang lebih baik dan stabil.
Beberapa kasus perkawinan alami masih terjadi, tetapi hanya pada sapi-sapi yang dibiarkan hidup di alam bebas. Contohnya adalah sapi peliharaan di daerah Ujungjaya yang dibiarkan berkeliaran tanpa dipelihara dalam kandang. Namun, Novi Sri menjelaskan bahwa pemilik sapi tersebut sebenarnya ingin agar ternaknya diinseminasi buatan. “Namun, inseminator mengalami kesulitan karena sapi yang demikian sulit dijinakan,” tambahnya.
Menurut Novi Sri, peternak sapi di Sumedang kini semakin cerdas dan memahami manfaat dari inseminasi buatan. Mereka lebih memilih IB daripada perkawinan alami karena tingkat keberhasilannya yang tinggi serta kualitas keturunan yang lebih baik. Hal ini memiliki dampak ekonomi yang positif bagi para peternak.
“Inseminasi buatan memberikan hasil yang lebih baik secara ekonomi, sehingga para peternak lebih memilih metode ini,” jelas Novi Sri. Ia menekankan bahwa dengan IB, peternak bisa mengontrol genetika ternak mereka, sehingga menghasilkan keturunan yang unggul dan memiliki potensi pasar yang lebih baik.
Data Perkawinan Sapi di Sumedang Tahun 2025
Berdasarkan data yang masuk hingga Oktober 2025, sekitar 5.000 sapi di Sumedang telah dikawinkan melalui inseminasi buatan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan ini juga didorong oleh upaya Diskanak Sumedang dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada peternak tentang pentingnya IB. Selain itu, tersedianya tenaga inseminator yang terlatih dan sistem distribusi sperma berkualitas juga menjadi faktor pendukung.
Keuntungan Inseminasi Buatan bagi Peternak
Inseminasi buatan memberikan berbagai keuntungan bagi peternak, antara lain:
- Kualitas keturunan yang lebih baik: Melalui IB, peternak dapat memilih sperma dari sapi jantan berkualitas, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan dan produktivitas keturunan.
- Mengurangi risiko penyakit: Dengan tidak menggunakan sapi jantan yang tidak dikenal, risiko penularan penyakit antar ternak dapat diminimalkan.
- Efisiensi biaya: Meskipun biaya awal IB mungkin lebih mahal, dalam jangka panjang, penghematan biaya perawatan dan peningkatan hasil produksi membuat metode ini lebih efisien.
Tantangan dan Solusi
Meski IB menjadi pilihan utama, masih ada tantangan yang dihadapi peternak. Salah satunya adalah keterbatasan akses ke layanan IB di daerah-daerah tertentu. Selain itu, beberapa peternak masih enggan beralih dari metode perkawinan alami karena kurangnya pemahaman atau ketakutan terhadap proses IB.
Untuk mengatasi hal ini, Diskanak Sumedang terus berupaya meningkatkan sosialisasi dan pelatihan kepada peternak. Selain itu, pemerintah daerah juga sedang merancang program bantuan teknis dan finansial untuk mendukung peternak yang ingin beralih ke IB.







