Polres Metro Bekasi Kota Tangani Kasus Pengeroyokan terhadap Pelajar di Bojong Menteng
Polres Metro Bekasi Kota sedang menangani kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar berinisial MP (17) yang terjadi di Perumahan Bojong Menteng, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Laporan kepolisian sudah dibuat dan korban telah menjalani visum serta diberikan keterangan oleh penyidik.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa laporan polisi (LP) telah dibuat dan pihaknya telah melakukan tindak lanjut dengan mengantarkan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kora Bekasi untuk dilakukan visum. Selain itu, korban juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
“Perkara ini masih dalam penyelidikan dan kami melibatkan psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), karena terkait dengan anak,” jelas Braiel.
Kronologi Kejadian
Menurut pengakuan ibu dari MP, Janih, kejadian pengeroyokan terjadi pada Rabu (19/11/2025) malam. Sebelum kejadian, MP sempat berpamitan kepada ibunya untuk membeli umpan makanan ikan sekitar pukul 16.00 WIB. Namun hingga pukul 18.00 WIB, MP tidak kunjung pulang ke rumah.
Janih merasa khawatir karena tidak dapat menghubungi MP melalui ponsel genggam. “Saya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Biasanya anak saya cepat merespons jika dipanggil, tapi kali ini sampai sepuluh kali saya telepon, tetapi tidak diangkat,” kata Janih.
Setelah 15 menit, MP akhirnya kembali ke rumah. Saat tiba, ia menangis dan merintih kesakitan. “Anak saya pulang dan bilang ‘Mama sakit, Mama tidak kuat, Mama abang mau dibunuh orang’. Dia seperti shock dan tidak bisa bicara,” ujarnya.
Setelah kondisi MP tenang, Janih bertanya tentang kronologi kejadian. Berdasarkan jawaban MP, ia mengaku dikeroyok oleh empat orang. Dua di antaranya adalah kakak kelasnya di sekolah. Diduga, kejadian ini dipicu oleh rasa cemburu terkait pertemanan di media sosial.
“Anak saya disalahpahami oleh salah satu pelaku karena dia follow sama mantan pacarnya. Padahal hanya teman biasa. Dari situ, anak saya diajak ketemu di warkop, lalu dibawa ke tempat sepi dan dikeroyok,” tutur Janih.
Luka dan Trauma yang Dialami Korban
Janih menjelaskan bahwa setelah kejadian, MP mengeluhkan sakit pada bagian leher dan tulang iga. Ia juga mengatakan takut untuk berangkat ke sekolah karena trauma mendalam.
“Luka di bagian leher belakang sebelah kanan akibat dipukul dua kali dan luka di bagian iga belakang sebelah kiri. Sekarang ini anak saya juga merasakan dadanya nyesek,” ucap Janih.
Penanganan Lebih Lanjut
Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa saja pelaku pengeroyokan tersebut. Selain itu, mereka juga melibatkan psikolog dari DP3A dan KPAD guna memberikan perlindungan dan bantuan psikologis bagi korban.






