Peninjauan Lokasi Pembangunan Embung dan Pintu Air di Karawang
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Saan Mustopa bersama sejumlah anggota Komisi V melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan waduk kecil (embung) dan pintu air. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, pada Kamis 20 November 2025. Pembangunan embung dan pintu air tersebut bertujuan sebagai solusi untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi secara rutin di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.
Menurut Saan Mustopa, pembangunan infrastruktur tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat. Dengan adanya embung dan pintu air, 160 hektare sawah di Desa Karangligar akan terlindungi dari ancaman banjir. Selain itu, ribuan rumah di Desa Karangligar dan Mekarmulya juga akan terhindar dari bahaya banjir yang sering melanda wilayah tersebut.
Selain itu, pembangunan dua infrastruktur ini juga akan berkontribusi pada peningkatan produksi pangan yang selama ini menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto. Saan menyatakan bahwa dengan perlindungan 160 hektare sawah dari banjir, produksi padi dari Desa Karangligar akan meningkat signifikan.
Saan yang tumbuh dan besar di Kabupaten Karawang mengaku pernah mengalami nasib serupa ketika kampung halamannya diterjang banjir. Ia menilai, korban banjir sering kehilangan sumber penghasilan mereka akibat bencana tersebut. Oleh karena itu, ia berjuang melalui jabatannya untuk memastikan bahwa banjir di Karangligar dapat segera berakhir.
“Alhamdulillah, perjuangan kami didengar oleh pihak eksekutif sehingga anggaran untuk pembuatan embung, tanggul, dan pintu air di aliran Sungai Cibeet dan Sungai Citarum turun,” ujarnya.
Pengerjaan fisik proyek ini dilakukan oleh Kementerian PU (Pekerjaan Umum), sedangkan pembebasan lahan dilakukan oleh Pemkab Karawang.
Di tempat yang sama, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum IV Triono Junoasmono menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geografis Desa Karangligar mengalami penurunan permukaan tanah hingga satu meter lebih. Akibatnya, air luapan dari Sungai Cibeet mudah masuk ke Desa Karangligar, tetapi sulit keluar lagi.
“Kami akan membangun rumah pompa di sekitar pintu air,” kata Triono.
Selain itu, pihaknya juga merencanakan pembangunan tanggul sepanjang 5,2-6,5 kilometer di sisi kanan dan kiri aliran Sungai Cibeet. Untuk keperluan semua itu dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 400 miliar.
Rencana Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir
Berikut adalah beberapa rencana pembangunan yang akan dilakukan:
- Pembangunan embung dan pintu air:
Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengurangi risiko banjir yang sering terjadi di Desa Karangligar dan Mekarmulya. -
Dengan adanya embung dan pintu air, 160 hektare sawah akan terlindungi dari banjir, sehingga meningkatkan produksi padi.
-
Pembangunan rumah pompa:
Rumah pompa akan dibangun di sekitar pintu air untuk membantu mengalirkan air yang terperangkap di wilayah Karangligar. -
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengurasan air saat terjadi banjir.
-
Pembangunan tanggul:
Tanggul sepanjang 5,2-6,5 kilometer akan dibangun di sisi kanan dan kiri aliran Sungai Cibeet. -
Tanggul ini bertujuan untuk mencegah air dari sungai masuk ke daerah permukiman dan persawahan.
-
Anggaran tambahan:
Diperlukan tambahan anggaran sebesar Rp 400 miliar untuk mendanai seluruh proyek infrastruktur ini. - Anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan embung, pintu air, rumah pompa, dan tanggul.








