Banjir Rob Menyebar di Pesisir Subang

by -41 views
by
Banjir Rob Menyebar di Pesisir Subang

Banjir Rob Kembali Melanda Wilayah Pesisir Subang

Banjir rob kembali terjadi di wilayah pesisir utara Kabupaten Subang, mengakibatkan ribuan rumah dan ratusan hektar lahan produktif terendam air selama beberapa hari terakhir. Fenomena ini disebabkan oleh pasang surut air laut dan gelombang tinggi dari Laut Jawa bagian barat, yang menyebabkan banjir berulang dan tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya.

Kecamatan Legonkulon menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Dua desa utama, yaitu Desa Mayangan dan Desa Legonwetan, menjadi sasaran utama banjir rob pada Rabu (3/12/2025). Anggota Polsek Legonkulon Polres Subang yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Mayangan, Aiptu Ade Wasnedi, menjelaskan bahwa banjir rob telah terjadi sejak seminggu lalu dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 cm.

Rob terjadi sekitar tiga jam setiap harinya dan dianggap sebagai kejadian biasa bagi warga pesisir saat musim air pasang tiba. “Warga setempat sudah menganggap bencana ini sebagai kejadian yang biasa, sehingga mereka meresponsnya seperti sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga:  10 Kios di Cilendek Barat Terbakar, Kerugian Rp10 Miliar

Meskipun banjir rob sering terjadi, Dompet Dhuafa dan instansi terkait di Subang tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dilakukan karena gelombang laut di kawasan Laut Jawa bagian barat cenderung tinggi, yang bisa memperparah dampak banjir.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh anggota Polsek Legonkulon, dampak banjir rob kali ini sangat signifikan terhadap populasi dan lahan warga. Tercatat sebanyak 839 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir rob di Desa Legonwetan, sedangkan di Desa Mayangan ada 313 KK yang terkena dampak.

Masih menurut data kepolisian, Kapolsek Legonkulon Ipda Masnoah mengungkapkan bahwa jumlah bangunan yang terendam secara keseluruhan mencapai sekitar 200 unit. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 30 sentimeter. Jumlah ini masih bersifat dinamis seiring perubahan situasi di lapangan.

Selain merendam permukiman, banjir rob juga memberikan dampak besar pada sektor pertanian dan perikanan. Banjir merendam sedikitnya 44 hektare sawah dan 155 hektare tambak di kedua desa Mayangan dan Legonwetan. Hal ini sangat berdampak pada produksi pangan dan penghidupan para petani serta nelayan setempat.

Baca Juga:  Proyek GDC Tertunda, Walikota Perintahkan Tambah Tenaga Kerja

Dampak Banjir Rob Terhadap Masyarakat

Dampak banjir rob tidak hanya terasa pada infrastruktur dan lahan pertanian, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. Banyak warga yang harus mengungsi sementara atau mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terkena banjir lagi. Selain itu, akses ke fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas juga terganggu akibat kondisi jalan yang tergenang air.

Beberapa kegiatan ekonomi masyarakat juga terhambat, terutama di sektor perikanan dan pertanian. Warga yang mengandalkan hasil tangkapan ikan dan tanaman padi mengalami kerugian besar karena areal tambak dan sawah terendam air.

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan

Pemerintah setempat dan organisasi sosial seperti Dompet Dhuafa terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir rob. Bantuan berupa logistik, alat pelindung diri, dan bantuan teknis diberikan guna membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Selain itu, pihak berwenang juga melakukan pemantauan rutin untuk memastikan bahwa warga tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan banjir berikutnya. Edukasi tentang cara menghadapi banjir dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana juga terus dilakukan.

Baca Juga:  Inspirasi Nama Bayi Dari Berbagai Bahasa Dan Budaya: Sebuah Perjalanan Mencari Makna Dan Identitas

Kesimpulan

Banjir rob yang terjadi di wilayah pesisir utara Kabupaten Subang menunjukkan betapa rentannya daerah tersebut terhadap ancaman bencana alam. Meskipun dianggap sebagai kejadian biasa, dampaknya tetap signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana di masa depan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.