Peringatan Bupati Sumedang Menghadapi Musim Hujan
Bulan Desember menjadi bulan yang penuh tantangan bagi masyarakat Sumedang, khususnya dalam menghadapi musim hujan yang diprediksi intensitasnya semakin tinggi. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, memberikan peringatan kepada warganya untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan sekitar. Ia juga meminta masyarakat untuk menunda keberangkatan ke area-area yang berpotensi membahayakan.
Salah satu langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang adalah mengarahkan setiap agenda Jumat Bersih (Jumsih) untuk fokus pada pembersihan selokan dan gorong-gorong. Tujuannya adalah agar saluran air tidak mampet dan dapat mencegah terjadinya banjir.
“Musim penghujan ini, setiap Jumat bersih diarahkan untuk pembersihan gorong-gorong menghindari banjir, yang kedua ada gerakan menanam pohon mumpung musim hujan,” ujar Dony saat berbicara kepada Tribun, Minggu (7/12/2025).
Gerakan menanam pohon ini dilakukan dengan menggunakan puluhan ribu benih pepohonan yang akan didistribusikan ke semua wilayah Sumedang. Setiap desa akan mendapatkan sekitar 100 pohon. Dengan jumlah total sekitar 30 ribu pohon, gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan penutupan lahan dan mengurangi risiko erosi tanah.
Selain itu, Dony juga menyampaikan pentingnya gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran demam berdarah, terutama di tengah kondisi cuaca yang basah dan lembab.
Peringatan untuk Kegiatan Pendakian
Bupati Sumedang juga menyarankan agar masyarakat, khususnya para pemuda yang senang berkegiatan di alam terbuka seperti pendakian, menunda rencana pendakian sampai musim hujan berakhir. Ia menekankan pentingnya keselamatan jiwa dan mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta mengikuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Yang senang naik gunung, lebih baik tidak berangkat dulu, lebih baik menjaga keselamatan jiwa, dan untuk selalu lihat kondisi cuaca, lihat di BKMG, ini akan terus kami pantau,” katanya.
Upaya Pencegahan Banjir
Dony juga mengungkapkan dampak positif dari upaya pengerukan sungai yang telah dilakukan. Menurutnya, hujan yang kini turun tidak lagi menimbulkan banjir karena air hujan dapat mengalir dengan lancar ke muara.
“Jatinangor-Cimanggung, tidak terjadi banjir. Hari ini Sungai Cikeruh sedang dinormalisasi, kita lihat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa telah memerintahkan camat dan kades untuk memastikan masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor segera mengungsi jika hujan deras terjadi. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi akibat musim hujan.
Tindakan Preventif untuk Masyarakat
Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan terus memantau kondisi cuaca dan situasi di lapangan. Ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.








