Empat warga Kabupaten Garut, Jawa Barat yang sempat terdampak banjir bandang di wilayah Aceh dan Sumatra Utara akhirnya berhasil kembali ke kampung halaman setelah melalui perjalanan panjang dari lokasi bencana.
Kepulangan mereka disambut langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Kantor Dinas Sosial Garut, Tarogong Kidul, Jumat (5/12/2025).
Keempat warga tersebut masing-masing bernama Fahmi (21) asal Sukaresmi; Asep Rahmat (31) asal Cisurupan; Ilyas (23) warga Pakenjeng yang baru sebulan bekerja di sebuah konveksi di Aceh Tengah; serta Jalaludin (54) perantau asal Pakenjeng yang tinggal dan bekerja di Kota Sibolga.
Mereka adalah sebagian dari warga Garut yang terdampak langsung bencana besar dan memilih kembali ke daerah asal untuk memulihkan kondisi.
Syakur menyampaikan rasa syukur atas keselamatan empat warganya tersebut dan menegaskan prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan pemulihan fisik maupun psikologis mereka setelah menghadapi bencana yang datang tiba-tiba dan meluluhlantakkan tempat tinggal maupun tempat mereka bekerja.
Menurut Syakur, kepulangan empat warga ini menjadi kabar baik di tengah upaya pemerintah daerah melacak dan memastikan seluruh warga Garut yang merantau di wilayah terdampak bencana berada dalam kondisi aman.
Ia menegaskan, pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membangun koordinasi untuk membantu proses pemulangan warga lainnya yang masih berada di lokasi bencana.
“Alhamdulillah, empat warga kita ini sudah kembali dengan selamat. Mudah-mudahan ini memberi semangat bagi teman-teman lain yang masih bertahan di Aceh dan Sumatera Utara. Kami berusaha memastikan tidak ada warga Garut yang terabaikan,” ujar Syakur, Sabtu (6/12/2025).
Para warga menceritakan bagaimana arus banjir yang tiba-tiba memutus akses transportasi, memaksa mereka bertahan di pengungsian sementara, serta kesulitan untuk kembali bekerja karena banyak tempat usaha yang rusak.
Ilyas, salah satu penyintas yang baru merantau sebulan, mengaku kehilangan tempat tinggal sementara dan belum sempat menata hidup di perantauan.
Jalaludin, yang telah bertahun-tahun bekerja di Sibolga, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar ia lihat selama tinggal di sana. “Rumah kontrakan saya terendam total. Sudah tidak bisa ditempati lagi,” ujarnya.
Mendengar berbagai cerita tersebut, Syakur menegaskan, pemerintah daerah akan memfasilitasi kebutuhan dasar para penyintas selama masa pemulihan.
Ia juga menginstruksikan Dinas Sosial untuk melakukan pendampingan lanjutan serta memastikan bahwa empat warga yang pulang hari itu mendapatkan ruang untuk beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum kembali merencanakan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.
Selain dukungan logistik, pemerintah daerah berupaya menghubungkan para penyintas dengan keluarga masing-masing dan memberikan konseling awal agar mereka dapat menghadapi tekanan emosional pascabencana.
“Yang terpenting, mereka aman dulu. Urusan pekerjaan bisa kita pikirkan bersama setelah mereka pulih,” kata Syakur.
Proses Pemulihan dan Bantuan yang Dilakukan
Pemerintah Daerah Kabupaten Garut telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pemulihan para korban banjir. Berikut beberapa program yang sedang dilakukan:
-
Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Para penyintas diberikan bantuan berupa makanan, air minum, dan perlengkapan kebersihan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa pemulihan. -
Pendampingan Psikologis
Dinas Sosial bekerja sama dengan lembaga kesehatan untuk memberikan layanan konseling psikologis. Tujuannya adalah membantu para penyintas mengatasi trauma dan stres pasca-bencana. -
Pemulihan Tempat Tinggal
Pemerintah sedang memetakan rumah-rumah yang rusak untuk menentukan prioritas perbaikan. Masyarakat yang terdampak akan diberikan bantuan material atau dana untuk memperbaiki rumah mereka. -
Bantuan Ekonomi
Untuk membantu para penyintas kembali beraktivitas, pemerintah menawarkan pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha. Ini dimaksudkan agar mereka dapat kembali produktif dan mandiri.
Peran Komunitas dan Relawan
Selain bantuan dari pemerintah, komunitas lokal dan relawan juga turut berpartisipasi dalam proses pemulihan. Mereka membantu distribusi bantuan, membangun tempat pengungsian sementara, dan memberikan dukungan moral kepada para korban.
Beberapa organisasi nirlaba juga telah menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan medis. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan relawan sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan kembalinya para warga Garut ke kampung halaman, harapan besar diucapkan oleh Bupati Syakur agar semua korban banjir dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
Ia juga berharap, bantuan dan dukungan yang diberikan bisa menjadi awal dari pemulihan yang lebih luas, tidak hanya untuk empat warga yang kembali, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang terdampak banjir.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan. Semoga dengan kolaborasi yang baik, para penyintas dapat bangkit kembali dan membangun masa depan yang lebih baik.







