Gempa Terkini di Jawa Barat: Berbagai Wilayah Mengalami Getaran
Jawa Barat kembali diguncang oleh gempa bumi dalam beberapa hari terakhir. Gempa-gempa tersebut terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Sukabumi hingga Bandung. BMKG Wilayah II memberikan informasi lengkap mengenai kejadian gempa tersebut.
Gempa di Sukabumi
Pada Senin (29/12/2025) dini hari, gempa dengan magnitudo 3,3 mengguncang Sukabumi. Pusat gempa berada di darat dekat pantai, tepatnya 59 km selatan Kota Sukabumi. Kedalaman gempa mencapai 107 km. Informasi ini disampaikan oleh BMKG melalui akun X @bmkgwilayah2.
Gempa di Cianjur
Sebelumnya, pada Jumat (26/12/2025) sore, gempa dengan magnitudo 2,1 mengguncang Cianjur. Pusat gempa berada di darat, 5 km barat daya Kabupaten Cianjur. Kedalaman gempa hanya 20 km. Guncangan gempa dirasakan di Cugenang dengan skala II MMI.
Gempa di Garut
Pada Jumat (26/12/2025) pagi, gempa dengan magnitudo 1,8 mengguncang Garut. Pusat gempa berada di darat, 27 km barat Kabupaten Garut. Kedalaman gempa hanya 8 km, sehingga termasuk gempa dangkal.
Gempa di Pangandaran
Pada Kamis (25/12/2025) malam, gempa dengan magnitudo 2,9 mengguncang Pangandaran. Pusat gempa berada di laut, 88 km barat daya Kabupaten Pangandaran. Meskipun lokasi pusat gempa terlihat di sebelah selatan Tasikmalaya, kedalaman gempa mencapai 14 km.
Gempa di Bandung
Pada Rabu (24/12/2025) malam, gempa dengan magnitudo 1,9 mengguncang Bandung. Pusat gempa berada di darat, 27 km selatan Kabupaten Bandung. Kedalaman gempa mencapai 21 km.
Gempa di Garut Kembali
Pada Rabu (24/12/2025) sore, gempa dengan magnitudo 2,5 mengguncang Garut. Pusat gempa berada di darat, 26 km barat Kabupaten Garut. Kedalaman gempa hanya 4 km, sehingga termasuk gempa dangkal.
Skala Gempa dan Peringatan
Berdasarkan skala MMI yang dikeluarkan oleh BMKG, berikut penjelasan tentang tingkat getaran gempa:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja. Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa. -
Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.






