Gempa M3.3 Guncang Sukabumi, Pusat Dekat Pantai

by -69 views
by
Gempa M3.3 Guncang Sukabumi, Pusat Dekat Pantai

Gempa Terkini di Jawa Barat: Berbagai Wilayah Mengalami Getaran

Jawa Barat kembali diguncang oleh gempa bumi dalam beberapa hari terakhir. Gempa-gempa tersebut terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Sukabumi hingga Bandung. BMKG Wilayah II memberikan informasi lengkap mengenai kejadian gempa tersebut.

Gempa di Sukabumi

Pada Senin (29/12/2025) dini hari, gempa dengan magnitudo 3,3 mengguncang Sukabumi. Pusat gempa berada di darat dekat pantai, tepatnya 59 km selatan Kota Sukabumi. Kedalaman gempa mencapai 107 km. Informasi ini disampaikan oleh BMKG melalui akun X @bmkgwilayah2.

Gempa di Cianjur

Sebelumnya, pada Jumat (26/12/2025) sore, gempa dengan magnitudo 2,1 mengguncang Cianjur. Pusat gempa berada di darat, 5 km barat daya Kabupaten Cianjur. Kedalaman gempa hanya 20 km. Guncangan gempa dirasakan di Cugenang dengan skala II MMI.

Gempa di Garut

Pada Jumat (26/12/2025) pagi, gempa dengan magnitudo 1,8 mengguncang Garut. Pusat gempa berada di darat, 27 km barat Kabupaten Garut. Kedalaman gempa hanya 8 km, sehingga termasuk gempa dangkal.

Gempa di Pangandaran

Pada Kamis (25/12/2025) malam, gempa dengan magnitudo 2,9 mengguncang Pangandaran. Pusat gempa berada di laut, 88 km barat daya Kabupaten Pangandaran. Meskipun lokasi pusat gempa terlihat di sebelah selatan Tasikmalaya, kedalaman gempa mencapai 14 km.

Gempa di Bandung

Pada Rabu (24/12/2025) malam, gempa dengan magnitudo 1,9 mengguncang Bandung. Pusat gempa berada di darat, 27 km selatan Kabupaten Bandung. Kedalaman gempa mencapai 21 km.

Baca Juga:  Apple Siapkan iPad Pro Terbaru dengan Kamera Depan Ganda dan Chip M5

Gempa di Garut Kembali

Pada Rabu (24/12/2025) sore, gempa dengan magnitudo 2,5 mengguncang Garut. Pusat gempa berada di darat, 26 km barat Kabupaten Garut. Kedalaman gempa hanya 4 km, sehingga termasuk gempa dangkal.

Skala Gempa dan Peringatan

Berdasarkan skala MMI yang dikeluarkan oleh BMKG, berikut penjelasan tentang tingkat getaran gempa:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca Juga:  PKS Kabupaten Bogor Terjunkan Team Tanggap Darurat Bencana Untuk Cibunian Dan Purasari

Tindakan Saat Gempa Terjadi

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan

    Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Gempa bisa terjadi kapan saja. Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

  6. Di laut

    Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.

Baca Juga:  Trans Snow World Bekasi: Melarikan Diri Ke Musim Dingin Di Tengah Hiruk Pikuk Kota










About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.