Inisiatif Lingkungan di Kabupaten Kuningan Memasuki Era Baru
Kabupaten Kuningan kini sedang mengalami transformasi signifikan dalam hal pengelolaan lingkungan. Berbagai pihak, termasuk komunitas, akademisi dan pemerintah desa, bekerja sama untuk menciptakan solusi mandiri yang inovatif dalam menghadapi permasalahan sampah. Salah satu inisiatif terbaru yang menarik perhatian adalah pembentukan Kelompok Pelestari Peduli Lingkungan (Pepeling) yang berada di bawah naungan Rumah Sadulur Kuningan.
Peluncuran Pepeling di Desa Cikondang
Kegiatan peluncuran Pepeling dilakukan secara resmi di Desa Cikondang, Kecamatan Hantara. Acara ini menjadi tanda awal dari aksi nyata yang terstruktur dalam mengelola sampah di tingkat lokal. Momentum penting ini ditandai dengan penyerahan mesin pencacah sampah oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kuningan (LPPM Uniku). Mesin tersebut merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Uniku dan Rumah Sadulur Kuningan, yang bertujuan untuk memberikan alat yang memadai bagi anggota Pepeling dalam menjalankan tugas mereka.
Sinergi yang Membawa Perubahan
Sinergi antara Rumah Sadulur Kuningan, Pemerintah Desa Cikondang, dan Uniku membuktikan bahwa masalah lingkungan seperti pengelolaan sampah dapat diselesaikan melalui kolaborasi multipihak. Dengan pemberdayaan dan penerapan teknologi tepat guna, Pepeling kini siap menjadi model yang layak ditiru dan dikembangkan di seluruh wilayah Kuningan.
Kepala Desa Cikondang, Lia Nuryanah, menyambut kehadiran Pepeling dengan optimisme yang besar. Ia menjelaskan bahwa kelompok ini dibentuk sebagai wadah kolektif untuk menyalurkan kesadaran bersama warga dalam menjaga kelestarian alam desa. Selain itu, Pepeling juga bertujuan untuk menjamin kebersihan lingkungan dan mengelola sampah melalui sistem berbasis komunitas.
Visi dan Tujuan Pepeling
Pepeling tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat, tetapi juga menjadi mitra strategis desa dalam menyukseskan program desa hijau ke depan. Dalam pernyataannya, Lia Nuryanah menyebutkan bahwa kehadiran Pepeling akan sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan desa untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Perwakilan dari Rumah Sadulur Kuningan, Irfan Fauzi, menjelaskan bahwa pembentukan Pepeling merupakan langkah konsolidasi yang matang. Ini adalah tindak lanjut nyata setelah suksesnya program sekolah sampah, yang bertujuan untuk memperkuat gerakan lingkungan hingga ke akar rumput desa.
Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah
Lingkungan yang bersih dan lestari bukanlah tanggung jawab yang hanya bisa dibebankan kepada pemerintah saja. Namun, hal itu menjadi panggilan dan tanggung jawab moral seluruh warga. Oleh karena itu, pihak Rumah Sadulur Kuningan mendorong Pepeling untuk menjadi garda terdepan dalam perubahan perilaku dan aksi nyata di lapangan.
Dengan adanya mesin pencacah dari Uniku, proses pengolahan sampah organik dan anorganik di Desa Cikondang diharapkan dapat dioptimalkan. Sampah tidak lagi menjadi tumpukan masalah, tetapi diubah menjadi sumber daya baru seperti kompos atau bahan daur ulang yang secara signifikan mengurangi beban pembuangan akhir.
Harapan dari LPPM Uniku
Ketua LPPM Uniku, Toto Supartono, berharap keterlibatan kampus melalui penyerahan alat dan pendampingan teknis dapat menjamin gerakan lingkungan tersebut berjalan dengan lebih terstruktur, partisipatif dan memiliki daya tahan yang berkelanjutan. Ia bercita-cita agar Desa Cikondang dapat menjadi benchmark bagi desa-desa lain.
Peluncuran kolaboratif ini diharapkan menjadi langkah awal yang sangat kokoh. Sebuah pondasi yang akan membawa Desa Cikondang menuju desa yang lebih bersih, sehat dan lestari sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya.







