Kronologi Santri Nuurush Sholaah Cimanggung Keracunan Saat Makan Katering dari Cikancung

by -82 views
Kronologi Santri Nuurush Sholaah Cimanggung Keracunan Saat Makan Katering dari Cikancung

Kronologi Keracunan Santri Ponpes Nurus Sholaah

Polsek Cimanggung, Polres Sumedang, telah menyelesaikan penyelidikan awal mengenai kasus keracunan yang menimpa 116 santri dari Ponpes Nurus Sholaah. Kejadian ini terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan katering yang berasal dari donatur. Makanan tersebut disajikan setelah kegiatan pengajian pada Kamis (18/12/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Gejala keracunan mulai muncul pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Kompol Aan Supriatna, Kapolsek Cimanggung, menjelaskan bahwa kejadian ini berawal dari acara pengajian di pesantren tersebut. Setelah acara selesai, santri memperoleh makanan katering dari donatur. Meski makanan sudah tersedia sebelum acara, hanya saja disajikan setelah kegiatan berakhir.

“Ada kejadian keracunan di ponpes ini. Awalnya ada pengajian di malam hari, lalu ada katering dari donatur untuk santri,” ujar Aan kepada Tribun Jabar.

Pada pagi hari, santri laki-laki pertama kali menunjukkan gejala keracunan. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00, banyak korban mulai dirujuk ke rumah sakit. Dari total 116 santri yang terkena dampak, sebanyak 61 orang dirujuk ke lima rumah sakit di sekitar Cimanggung-Jatinangor-Cicalengka. Sementara itu, sisanya tetap dipantau oleh dokter-dokter dari Dinas dan Puskesmas serta dirawat di dalam pesantren.

Baca Juga:  Daun Sirih: Lebih Dari Sekadar Tradisi, Harta Karun Kesehatan Dan Kelezatan

Kepolisian dan tim Inafis juga turut melakukan langkah-langkah penyelidikan. Sampel makanan katering yang dikonsumsi santri telah diambil oleh polisi dan Dinas Kesehatan untuk diperiksa di laboratorium. Menurut informasi, makanan tersebut dimasak di dapur yang berada di Cikancung, Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, ratusan santri Ponpes Nurrush Sholaah Cimanggung di Kabupaten Sumedang mengalami keracunan makanan pada Jumat (19/12/2025). Korban keracunan diangkut menggunakan mobil ambulans ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pada pukul 21.17 WIB, terdapat empat unit mobil ambulans yang sedang mengevakuasi jemaah yang mengalami keracunan.

Camat Cimanggung, Drs. H. Agus Wahyudin, M.Si, menyampaikan bahwa kejadian sebenarnya sudah dimulai sejak Jumat subuh. Saat waktu salat Jumat, banyak dari korban keracunan yang tidak bisa ikut beribadah.

“Baru pada pukul 14.00, korban bertumbangan dan mulai dibawa ke puskesmas dan rumah sakit,” ujar Agus Wahyudin.

Menurutnya, jumlah korban yang dirujuk ke rumah sakit mencapai lebih dari 60 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dirujuk ke Rumah Sakit Kesehatan Kerja, sementara beberapa lainnya ke AMC, Cikopo, dan sisanya masih dalam observasi dan penanganan.

Baca Juga:  Mana yang Lebih Tinggi, UMK Bekasi atau Jakarta? Ini Perbandingannya Mulai 1 Januari 2026

Agus menegaskan bahwa keracunan ini bukan disebabkan oleh program MBG. Ia menambahkan bahwa makanan katering berasal dari donatur pihak luar untuk kegiatan pesantren. Selain itu, tenaga kesehatan dari puskesmas dan dinas turun langsung untuk membantu penanganan kasus ini.

Saat ini, pihak desa dan petugas juga sedang bekerja sama untuk koordinasi dengan orang tua korban. Namun, hingga saat ini, informasi mengenai kejadian ini belum sepenuhnya disampaikan kepada orang tua santri.