Bencana Longsor di Jatiluhur Akibat Hujan Lebat
Hujan lebat yang terjadi pada sore hari Minggu, 28 Desember 2025, menyebabkan tanah longsor di beberapa lokasi di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran karena material longsor sempat menutup jalur kereta api dan menimbulkan korban jiwa.
Menurut informasi yang diperoleh, satu orang warga diduga tertimbun oleh material longsor. Camat Jatiluhur Ali Idrus Nurhasan mengatakan bahwa pencarian terhadap korban masih dilakukan oleh petugas gabungan hingga malam hari. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menemukan korban secepat mungkin.
Lokasi longsor tersebut berada di Jalan Ciganea, wilayah Kampung Sulukuning, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur. Menurut laporan dari warga setempat, longsor terjadi sekitar pukul 16.00 setelah hujan deras mengguyur area tersebut. Intensitas hujan yang sangat tinggi diduga menjadi penyebab utama robohnya tembok penahan tebing setinggi sekitar delapan meter. Lokasi tersebut tepat berada di belakang rumah korban bernama Jaya, sehingga ia diyakini ikut tertimbun oleh material longsor.
Jalur Kereta Api Terkena Dampak
Tidak hanya di lokasi permukiman, longsor juga terjadi di jalur rel kereta api Purwakarta-Ciganea. Kejadian ini bahkan sempat menutup jalur kereta api sehingga perjalanan kereta tidak dapat dilanjutkan.
Manager Humasda PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa petugas di lapangan langsung melakukan penghentian sementara perjalanan kereta sebagai langkah pengamanan. Hal ini dilakukan setelah adanya genangan air dan material jatuh yang berpotensi mengganggu prasarana.
Pihak KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan jadwal perjalanan kereta api yang terdampak oleh bencana longsor. Tiga jadwal kereta api yang terkena dampak antara lain:
- KA (129) Papandayan yang diberhentikan di Stasiun Ciganea
- KA (350) Commuter Line Garut yang posisinya di Stasiun Purwakarta
- KA (349) Commuter Line Garut yang berada di Stasiun Sasaksaat saat dihentikan
Upaya Penanganan dan Pemantauan
Petugas gabungan terus melakukan upaya pencarian korban dan pemantauan terhadap kondisi daerah rawan longsor. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan menghindari daerah-daerah yang rentan longsor, terutama setelah hujan deras.
Selain itu, pihak berwenang juga meminta warga untuk segera melaporkan kejadian atau kondisi mencurigakan kepada pihak terkait agar bisa segera diambil tindakan. Dengan begitu, risiko bencana bisa diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.








