Nelayan Pangandaran Tewas di Laut Gunungkidul

by -44 views
Nelayan Pangandaran Tewas di Laut Gunungkidul

Penemuan Nelayan yang Hilang Usai Perahu Tenggelam



Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan pemancing gurita yang hilang setelah perahunya terbalik akibat ombak besar. Nelayan tersebut bernama Harun (40 tahun), asal Pangandaran, Jawa Barat. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari Rabu (3/12).

“Korban berhasil ditemukan oleh nelayan Baron yang sedang melakukan aktivitas di laut. Setelah menemukan korban, nelayan tersebut langsung melaporkannya ke Tim SAR Gabungan yang menggunakan kapal di perairan Pantai Gesing. Korban ditemukan pada pukul 07.30 WIB,” ujar Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto.

Korban ditemukan mengapung di laut sejauh 2 mil atau sekitar 3,2 kilometer dari lokasi kejadian perahu tenggelam.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tanpa busana,” tambahnya.



Setelah ditemukan, korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Saptosari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, perahu nelayan yang ditumpangi tiga orang nelayan sedang memancing gurita di Perairan Nguluran barat Pantai Gesing, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Kejadian ini terjadi pada hari Selasa (2/12) lalu.

Baca Juga:  Tantangan Kang Emil selesaikan Stadion Gedebage diliputi korupsi

Satu nelayan dilaporkan hilang akibat peristiwa tersebut. Dua orang lainnya berhasil berenang dan kemudian diselamatkan oleh nelayan lain yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Proses pencarian terhadap korban yang hilang dimulai setelah informasi tentang kehilangan nelayan tersebut diterima oleh pihak berwajib. Tim SAR Gabungan turun langsung ke lokasi kejadian untuk mencari korban yang diduga terbawa arus laut.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal dan alat bantu khusus untuk membantu proses evakuasi. Mereka juga bekerja sama dengan nelayan setempat yang memiliki pengetahuan tentang kondisi laut dan arus air.

Selama pencarian, masyarakat sekitar juga ikut serta dalam membantu mempercepat proses pencarian. Banyak warga yang memberikan informasi tentang keberadaan korban atau potensi lokasi yang mungkin menjadi tempat korban terdampar.

Kondisi Laut yang Menyulitkan

Perahu nelayan yang dikendarai Harun dan dua rekan lainnya terbalik akibat ombak besar yang tiba-tiba datang. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan arus laut yang kuat menyebabkan perahu tidak mampu bertahan.

Baca Juga:  Rahasia Warkop Buat Mie Instant Tak Lembut, Coba Langsung!

Beberapa nelayan mengatakan bahwa saat kejadian, angin kencang dan ombak tinggi membuat pengawasan terhadap perahu sulit dilakukan. Hal ini memperparah risiko kecelakaan yang terjadi.

Meskipun demikian, para nelayan tetap menjalankan aktivitas mereka karena kebutuhan ekonomi. Namun, kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh nelayan untuk lebih waspada terhadap kondisi laut dan cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.

Upaya Pencegahan Kecelakaan

Dalam beberapa bulan terakhir, pihak berwenang sering mengimbau nelayan untuk memperhatikan prakiraan cuaca dan memastikan perahu dalam kondisi baik sebelum berlayar.

Selain itu, pelatihan keselamatan laut juga rutin diadakan agar nelayan lebih siap menghadapi kondisi darurat di laut.

Namun, kejadian seperti ini tetap saja terjadi, terutama ketika kondisi cuaca mendadak berubah. Oleh karena itu, penting bagi nelayan untuk selalu membawa alat keselamatan seperti pelampung dan alat komunikasi yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.

Kesimpulan

Kematian Harun menjadi peringatan bagi seluruh nelayan bahwa aktivitas di laut memiliki risiko yang tinggi. Meski proses pencarian dan evakuasi telah dilakukan secara maksimal, kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Bandung-Garut Kini Bisa Lewat Pangalengan atau Cikajang

Dengan adanya upaya pencegahan dan pelatihan yang lebih intensif, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.