Pemkot Cirebon Dorong Komunikasi Terbuka, Media Gathering Jadi Ruang Kolaborasi Baru

by -97 views
Pemkot Cirebon Dorong Komunikasi Terbuka, Media Gathering Jadi Ruang Kolaborasi Baru

Pemkot Cirebon Perkuat Komunikasi Publik Melalui Media Gathering

Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya memperkuat pola komunikasi publik yang lebih terbuka dan partisipatif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan media gathering yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (DKIS) Kota Cirebon bersama puluhan jurnalis di Ipukan, Palutungan, Kabupaten Kuningan.

Acara ini dimulai dengan touring sepeda motor yang menciptakan suasana santai. Namun, acara tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang dialog setara antara pejabat pemerintah dan para jurnalis. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir bersama sejumlah kepala perangkat daerah, menunjukkan komitmen Pemkot untuk meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat.

Suasana informal yang dibangun sejak awal membuat diskusi berjalan lebih hangat, jauh dari kesan kaku yang biasanya ditemui dalam agenda resmi. Hal ini membuka peluang bagi partisipasi aktif dari seluruh peserta, termasuk jurnalis yang memberikan masukan penting.

Kepala DKIS Kota Cirebon, Maruf Nuryasa, menyatakan bahwa media gathering ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah dan media. Menurutnya, hubungan yang baik antara dua pihak tersebut merupakan fondasi penting dalam penyebaran informasi publik. Ia menegaskan bahwa DKIS akan terus membuka ruang dialog seperti ini.

Baca Juga:  Cendana (Santalum Album): Pohon Istimewa Dalam Taman Obat Keluarga, Sumber Minyak Cendana Dan Aromaterapi Yang Menenangkan

Dalam arahannya, Wali Kota Effendi Edo menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih cair. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak akan bermakna jika tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Ia berharap diskusi yang tidak kaku seperti ini terus dilakukan. Menurutnya, media adalah mitra strategis yang memperkuat kerja-kerja pemerintah.

Ia juga mengakui bahwa masih banyak capaian pembangunan Pemkot Cirebon yang belum terpublikasikan secara optimal. Karena itu, kolaborasi dengan jurnalis menjadi bagian dari strategi meningkatkan kepercayaan publik. “Pemerintah sudah bekerja keras, dan masyarakat berhak mengetahui hasilnya. Untuk itu kami perlu kerja sama yang baik dengan teman-teman jurnalis,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum untuk bergerak lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan informasi publik.

Sementara itu, Sekretaris DKIS sekaligus PPID Kota Cirebon, Asep Komara, menekankan bahwa pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. “Transparansi adalah tanggung jawab kami. Media berperan penting membesarkan dan membangun Kota Cirebon,” ujarnya.

Pelaksana PPID, Hanry David, menilai media gathering ini sebagai langkah memperkuat kepercayaan dan menyelaraskan visi bersama. “Kita adalah mitra. Mari membangun citra positif berdasarkan data dan kinerja nyata,” katanya.

Baca Juga:  3 Tempat Makan Terkenal di Bekasi, Rasa Nikmat dengan Nuansa Instagramable

Diskusi yang berlangsung santai juga memunculkan banyak masukan dari jurnalis terkait keterbukaan data pembangunan dan strategi komunikasi publik yang lebih efektif. Ketua PWI Kota Cirebon, Muhammad Alif Santosa, mengapresiasi konsistensi Pemkot yang rutin membuka ruang dialog. “Yang kami butuhkan adalah OPD yang terbuka. Kritik jurnalis bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk membangun,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem komunikasi publik yang lebih terbuka, informatif, dan kolaboratif—sebuah langkah penting menuju pemerintahan yang lebih terpercaya dan responsif.