Pernyataan Dedi Mulyadi kepada Farhan: Hormati Masa Lalu, Tapi Jangan Terpaku

by -30 views
Pernyataan Dedi Mulyadi kepada Farhan: Hormati Masa Lalu, Tapi Jangan Terpaku

Penyebab dan Tahapan Pembongkaran Teras Cihampelas

Teras Cihampelas, yang juga dikenal sebagai Skywalk Cihampelas, merupakan jembatan pedestrian layang di atas Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Jembatan ini awalnya dibangun dengan tujuan untuk memindahkan pedagang kaki lima (PKL) sekaligus menjadi atraksi wisata. Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan Teras Cihampelas mulai menimbulkan beberapa masalah estetika dan fungsional.

Alasan Pembongkaran

Beberapa alasan utama yang melatarbelakangi rencana pembongkaran Teras Cihampelas antara lain:

  • Merusak estetika kota

    Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menyampaikan bahwa keberadaan Teras Cihampelas mengganggu pemandangan kota. Menurutnya, struktur besi yang digunakan untuk mendukung bangunan tersebut membuat lanskap bangunan di sekitarnya seperti hotel dan toko-toko tersembunyi.

  • Membuat suasana jalan terasa pengap

    Dedi Mulyadi sering melewati Jalan Cihampelas pada sore hari dan merasa bahwa Teras Cihampelas membuat udara terasa lebih sempit dan pengap.

  • Masalah legalitas

    Pemkot Bandung menemukan bahwa Teras Cihampelas tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Selain itu, hasil uji beban (loading test) yang dilakukan juga menunjukkan adanya masalah.

Baca Juga:  8.000 Warga Tasikmalaya Masih Terjebak Kemiskinan, LSM Kritik Kurangnya Perhatian Pemda

Kesepakatan Bersama

Pembongkaran Teras Cihampelas disepakati oleh Gubernur Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam pertemuan di Gedung Sate, Rabu (17/12/2025). Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia sudah lama meminta agar Teras Cihampelas dibongkar karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masa depan kota.

“Jadi, Teras Cihampelas mau bagaimana, Bapak?” tanya Dedi Mulyadi.

“Bongkar, Pak,” jawab Farhan.

Dedi Mulyadi juga menambahkan bahwa meskipun ia menghargai masa lalu, namun tidak berarti harus mempertahankan sesuatu yang bisa mengganggu kepentingan masa depan.

Tahapan Pembongkaran

Rencana pembongkaran Teras Cihampelas akan dimulai pada tahun 2026 jika hasil loading test resmi menunjukkan hasil yang kurang dari 100 persen.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa pembongkaran akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama bermasalah karena tidak ada PBG dan SLF, sehingga secara administratif, Teras Cihampelas tidak layak beroperasi.

Farhan menekankan bahwa pembongkaran tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Tiang penyangga yang cukup besar akan menjadi fokus utama dalam proses pembongkaran. “Tidak bisa main bongkar saja. Tiangnya juga segede itu, banyak lagi. Jadi kayaknya bagian atas akan mulai dipapas pelan-pelan,” ujarnya.

Baca Juga:  Daftar Alamat SMA & SMK di Bandung

Meski demikian, Farhan menyebut bahwa beberapa bagian Teras Cihampelas mungkin dapat dipertahankan. “Beautifikasi di bawah tetap akan digunakan, terutama untuk lampu jalan dan pedestrian,” katanya.

Rencana Ke depan

Saat ini, pihak Pemkot Bandung sedang melakukan asesmen terkait rencana pembongkaran. Setelah asesmen selesai, langkah selanjutnya adalah merancang ulang desain ruang yang akan digunakan setelah Teras Cihampelas dibongkar.

“Desainnya mudah, kalau kita bongkar, apa yang mau dibongkar dan apa yang mau didesain ulang. Berarti tidak serta-merta pembongkaran itu hilang 100 persen,” ujar Farhan.

Pernyataan Dedi Mulyadi kepada Farhan: Hormati Masa Lalu, Tapi Jangan Terpaku