Isu Sawit di Papua dan Keseimbangan Lingkungan
Wakil Ketua Komisi IV DPR Fraksi PDI-P, Alex Indra Lukman, menyampaikan perhatian terhadap rencana pemerintah untuk menanam kelapa sawit di Papua. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Alex menegaskan bahwa hutan harus dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, ia juga meminta agar kebijakan tersebut tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. “Hutan harus bisa kita manfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, tetapi juga harus dipastikan tidak menjadi sumber malapetaka,” ujarnya.
Ia berharap arahan Presiden Prabowo Subianto tentang penanaman sawit di Papua dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan analisis dampak lingkungan yang baik. Dengan demikian, hutan alam dapat tetap terjaga dan terlindungi. “Sehingga tata ruang terjaga, di mana hutan alam sebagai wilayah serapan air tetap terjaga dan terlindungi,” tambahnya.
Rencana Energi Berkelanjutan di Papua
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan harapan agar Papua ditanami sawit, tebu, dan singkong untuk menciptakan swasembada energi dan pangan. Ia ingin daerah ini mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dari kelapa sawit serta etanol dari tebu dan singkong.
“Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit,” kata Prabowo saat memberi pengarahan dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Selain itu, Prabowo juga ingin menanam tebu dan singkong di Papua agar dapat memproduksi etanol. Ia berharap dalam lima tahun ke depan, semua daerah, termasuk Papua, dapat mencapai swasembada energi dan pangan. “Juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri swasembada pangan dan swasembada energi,” ucapnya.
Tujuan Membangun Papua dengan Pendekatan Berkelanjutan
Kepala negara berharap warga Papua dapat menikmati hasil dari energi yang diproduksi di Bumi Cendrawasih. Namun, ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dalam pengembangan wilayah ini.
Dalam konteks ini, beberapa langkah strategis perlu diambil, seperti:
- Penelitian dan evaluasi dampak lingkungan sebelum melakukan penanaman.
- Perencanaan tata ruang yang melibatkan partisipasi masyarakat setempat.
- Pengembangan teknologi pertanian dan energi yang ramah lingkungan.
- Pelibatan lembaga adat dan komunitas lokal dalam proses pengambilan keputusan.
Dengan pendekatan yang tepat, Papua dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan berkelanjutan yang seimbang antara ekonomi dan lingkungan.







