Pilkades Digital Pertama di Karawang Berjalan Lancar
Pada Minggu, 28 Desember 2025, sembilan desa di Kabupaten Karawang menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) berbasis elektronik (digital) untuk pertama kalinya. Pelaksanaan pilkades ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan mempercepat proses demokrasi di tingkat desa.
Berikut adalah daftar desa yang menggelar pilkades digital:
* Desa Jatisari, Kecamatan Jatisari
* Desa Sarimulya dan Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru
* Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat
* Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya
* Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta
* Payungsari, Kecamatan Pedes
* Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek
* Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari
Pengawasan oleh Bupati dan Pihak Terkait
Pelaksanaan pilkades digital ini dipantau langsung oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri.
Bupati Aep menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah aktif berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut. Menurutnya, tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkades kali ini tergolong tinggi.
”Antusiasme masyarakat luar biasa. Seperti di TPS Desa Cikampek Utara, dari 15.000 daftar pemilih tetap, informasi dari ketua panitia, sudah ada 80 persen warga yang menyalurkan hak pilihnya,” kata dia.
Aep berharap pelaksanaan pilkades digital berjalan lancar sesuai tahapan, sebab pelaksanaannya bakal menjadi percontohan dalam pelaksanaan pilkades di 67 desa pada tahun 2026 mendatang.
Persiapan Matang dan Evaluasi
Kepala DPMD Kabupaten Karawang M Syaefullah menyebutkan bahwa semua tahapan pilkades telah dipersiapkan dengan matang dan berjalan sesuai rencana.
Di lokasi yang sama, anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Sri Rahayu Agustina menilai pelaksanaan pilkades berjalan kondusif meski masih terdapat sejumlah evaluasi.
”Alhamdulillah kondusif, antusiasme masyarakat juga cukup tinggi, tapi ada beberapa kendala yang kami temukan, yakni terkait DCT dan ukuran tablet yang terlalu kecil sehingga proses pemindaian agak sulit,” ucapnya.
Ia juga menyoroti kendala yang dialami pemilih lanjut usia dan penyandang disabilitas.
”Di Desa Jatisari, kami melihat ukuran huruf pada layar terlalu kecil dan pencahayaan di ruang pencoblosan kurang terang karena tempatnya tertutup. Hal ini cukup menyulitkan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Hasil pantauan ini akan menjadi bahan evaluasi dan kami juga sudah sampaikan kepada Kepala DPMD Jawa Barat,” ujarnya.
Keamanan dan Kesiapan Personel
Pelaksanaan pilkades berbasis elektronik pertama di Kabupaten Karawang itu dijaga ketat oleh 300 personel gabungan Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan anggota linmas. Kehadiran personel tersebut bertujuan untuk memastikan proses pilkades berjalan aman dan lancar tanpa gangguan.






