BOGOR – BRI Insurance melaksanakan kegiatan penanaman lebih dari 50.000 bibit pohon nilam, pohon buah, dan tanaman keras yang berfungsi mencegah erosi di lahan seluas 1,5 hektare. Kegiatan ini dilakukan di kawasan yang dikelola oleh Yayasan Konservasi dan Inovasi Alfatih di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Aksi penanaman ini juga menjadi wujud nyata dari upaya BRI Insurance dalam menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG), terutama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang lingkungan. Tujuannya adalah untuk memperkuat keberlanjutan ekosistem dan memberdayakan masyarakat sekitar.
CEO BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menghadapi perubahan iklim serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Ia menjelaskan bahwa pohon nilam memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai bahan atsiri, sedangkan pohon buah dan tanaman keras berperan penting dalam mencegah erosi dan menjaga keseimbangan lingkungan secara berkelanjutan.
Menurut Budi, wilayah lereng gunung seperti Cigombong memiliki risiko tinggi terhadap erosi dan longsor akibat curah hujan yang tinggi dan vegetasi yang minim. Oleh karena itu, penghijauan dengan tanaman produktif dinilai sebagai solusi yang efektif untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Ketua Yayasan Konservasi dan Inovasi Alfatih, Indra Gunawan, menyambut baik langkah BRI Insurance. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan bibit pohon nilam, pohon buah, dan tanaman keras lainnya. Ia berharap program ini dapat memberikan hasil jangka panjang serta manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Alfatih Atsiri Research & Development, Iwan Parta, menilai bahwa kawasan Cigombong memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pembibitan dan budidaya nilam. Ia menekankan bahwa dukungan CSR dari BRI Insurance menjadi energi penting dalam riset, pengembangan nursery, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Iwan optimis bahwa model pemberdayaan yang terintegrasi dengan konservasi hutan dapat dibangun melalui kolaborasi ini.






