KTT APEC di Bali Hasilkan Tujuh Kesepakatan Strategis

by -7 views

Presiden_SBYKonferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) yang berlangsung sejak 7-8 Oktober 2013 di Nusa Dua Bali menghasilkan tujuh kesepakatan strategis.

Ketujuh kesepakatan itu disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam Leaders Press Conference di Sofitel, Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10). Pertemuan APEC kali ini mengusung tema “Resilient Asia Pacific-Engine of Global Growth”.

Berikut ini tujuh butir kesepakatan strategis sebagaimana yang dibacakan Presiden SBY dan didampingi 21 pemimpin negara yang tergabung dalam APEC.

Pertama, para pemimpin menyepakati untuk memperkuat agenda Bogor Goals, bahwasanya seluruh agenda APEC harus dilandasi dengan kerjasama di negara anggotanya. Untuk itulah, para pemimpin APEC bersepakat untuk memperkuat, mendorong, dan membuka kesempatan untuk seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dalam agenda APEC dan saling memberikan keuntungan bagi semua.

Kedua, para pemimpin APEC bersepakat untuk meningkatkan intra-APEC untuk infrastruktur, membangun kapasitas, dan memfungsikan perdagangan multilateral. Referensi terhadap perdagangan multilateral ini adalah pengenalan kepada perdagangan di antara anggota APEC membawa keuntungan yang lebih kepada ekonomi dan kesuksesan dalam kerja sama multilateral di kawasan. Para pemimpin APEC mendorong hal ini dengan membuat kesepakatan perdagangan multilateralserta dapat diangkat dalam pertemuan WTO di Bali pada Desember 2013.

Ketiga, para pemimpin APEC bersepakat untuk meningkatkan konektivitas institusi dan sumber daya manusia di antara anggota APEC. Untuk itulah, dibuat konektivitas yang menitikberatkan pada investasi dan infrastruktur. Para pemimpin APEC menyampaikan bahwa hal ini akan mengurangi biaya produksi dan transportasi, serta memperkuat bahan baku dan memperkuat iklim berusaha di antara anggota APEC. Di waktu yang sama, pembangunan infrastruktur akan menciptakan peluang pekerjaan.

Keempat, para pemimpin APEC memastikan pertumbuhan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Para pemimpin APEC bersepakat untuk memfasilitasi dan memperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pengusaha perempuan dan muda.

Kelima, memperkuat ketahanan pangan. Tujuan dari agenda ini adalah menghadapi tantangan pertumbuhan dan perubahan iklim. Dengan pertemuan di Bali ini, para pemimpin mulai melihat permasalahan ini secara menyeluruh.

Keenam, para pemimpin APEC bersepakat untuk meningkatkan sinergi dan melengkapi dengan kerja sama multilateral yang lain seperti East Asia Summit dan G-20. Hal ini menjadi sangat penting karena dunia ini dibentuk dengan berbagai arsitek ekonomi yang berbeda.

Ketujuh, kerja sama di dunia usaha antar negara APEC sangat penting untuk mencapai free and open trade investment.

Terkait meningkatkan keikutsertaan Usaha Kecil dan Menengah, kaum muda dan perempuan, Presiden SBY mengatakan bahwa usaha ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Sekarang kita memiliki semua perjanjian dan komitmen, kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa APEC akan terus memainkan peran penting dalam ekonomi global. Saya percaya bahwa semua ekonomi APEC akan berbagi tanggung jawab untuk mewujudkan komitmen-komitmen tersebut,” pungkas Presiden SBY mengakhiri pidatonya.

Sumber: Berita8.com