Temuan Kritis Wali Kota Cirebon Saat Blusukan di Sungai Jelang Musim Hujan

by -51 views
Temuan Kritis Wali Kota Cirebon Saat Blusukan di Sungai Jelang Musim Hujan

Pemkot Cirebon Lakukan Peninjauan Lapangan Menghadapi Musim Hujan

Menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari mendatang, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan banjir. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan unsur Forkopimda dan OPD terkait, serta dimulai sejak pagi hari pada Selasa (2/12/2025).

Peninjauan dimulai dari kawasan RW 08 dan RW 09 di sekitar Terminal Drajat, yang berada di tepian Sungai Suba. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke kawasan Suradinaya RW 08 dan RW 06 di Kelurahan Pekiringan, serta meninjau kondisi saluran air di belakang GTC yang bersinggungan dengan Sungai Kedung Pane.

Pemeriksaan akhirnya ditutup dengan pengecekan aliran Sungai Kriyan di Lawang 9 Kasepuhan. Dengan menyusuri bantaran sungai dan drainase satu per satu, Edo memastikan kondisi terkini dan kebutuhan penanganan di setiap lokasi.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini merupakan langkah percepatan menghadapi potensi meningkatnya curah hujan. “Alhamdulillah, saya bersama Pak Kapolres, BBWS, dan dinas terkait melakukan survei, melakukan peninjauan lapangan terhadap penanggulangan banjir,” ujar Edo.

Baca Juga:  Baru! 5 Wisata Kuningan Terbaik untuk Liburan Keluarga dan Healing, Murah dan Menawan

Menurutnya, prakiraan BMKG menunjukkan adanya peluang peningkatan curah hujan pada Januari, sehingga Pemkot harus bergerak lebih cepat. Beberapa titik disebut sudah mulai ditangani melalui pengerukan dan pendalaman sungai serta pembersihan sedimentasi oleh Pemkot Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

“Ada beberapa sungai yang memang kita berupaya, berupaya semaksimal mungkin untuk bisa dikeruk dan bisa lancar airnya,” ucapnya. Upaya ini ditargetkan berlangsung hingga akhir Desember agar aliran air kembali optimal ketika hujan deras tiba.

Selain pekerjaan fisik, monitoring ini juga menjadi momentum untuk menentukan langkah pembenahan lanjutan yang lebih terukur. Wali Kota menekankan penguatan kolaborasi, baik antar-instansi maupun dengan masyarakat. Ia memberikan apresiasi kepada warga yang tetap aktif memperbaiki dan menjaga drainase di lingkungan masing-masing.

“Kita tidak berharap banjir di Kota Cirebon. Terima kasih untuk warga yang sampai saat ini masih terus berbenah, berbenah untuk drainasenya di wilayah masing-masing. Luar biasa, saya terima kasih banyak,” ucap dia.

Dari hasil peninjauan, beberapa sungai besar tercatat perlu penanganan lanjutan seperti pengerukan lebih dalam, perkuatan bronjong, serta penataan tebing sungai untuk meningkatkan keamanan. Pemkot Cirebon dan BBWS telah meningkatkan koordinasi agar setiap langkah dapat berjalan seirama.

Baca Juga:  Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Tabrak Tembok Rumah di Ciampea Bogor

“Sungai-sungai besar ini menjadi tanggung jawab BBWS dan pemerintah kota. Insya Allah kalau kerja bareng, penyelesaiannya juga akan lebih cepat,” katanya.

Tak hanya fokus pada perbaikan struktural, Pemkot juga berkomitmen meningkatkan frekuensi pemeliharaan rutin, termasuk pembersihan sedimentasi dan sampah yang kerap membuat aliran air tersendat. Langkah ini bukan sekadar respons musiman, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan risiko banjir di Cirebon.

Monitoring yang dilakukan hari itu menjadi bagian dari rangkaian persiapan menghadapi musim hujan melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga teknis, hingga masyarakat. Wali Kota menegaskan, bahwa pengawasan di lapangan akan terus dilakukan hingga seluruh pekerjaan rampung.

Ia mengajak masyarakat tetap waspada, namun tidak panik, serta menjaga lingkungan agar sistem drainase dapat berfungsi optimal. “Insya Allah dengan kerja bersama, kita bisa menghadapi musim hujan ini dengan lebih siap dan lebih kuat,” ujarnya.