Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Hidrometeorologi
Warga yang tinggal di area bantaran sungai di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan. Hal ini dilakukan melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh lintas sektor terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran masyarakat dan mengurangi risiko bencana seperti banjir dan longsor.
Kegiatan edukasi ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Satgas Teritorial Patroli Sungai Batalion Roket 1 Marinir serta Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan kepada warga Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat.
Menurut Ketua Tim Pengendalian Persampahan Dinas LH Kabupaten Bekasi Eddy Sirotim, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong mitigasi banjir dan mengurangi risiko longsor. Ia menekankan pentingnya cara mengolah sampah untuk mencegah banjir akibat sumbatan air di daerah aliran sungai.
“Kapasitas TPA Burangkeng hanya mampu menampung 700 ton dari total 2.100 ton sampah dalam sehari yang dihasilkan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan sampah yang lebih bijak,” ujarnya.
Eddy juga mengapresiasi inisiatif warga setempat yang ingin membentuk bank sampah mandiri guna menekan sampah liar, terutama sampah rumah tangga di daerah aliran sungai (DAS). Ia menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut dan akan membina hingga berjalan secara efektif.
“Jika bank sampah aktif dan baik dalam pelaporan, kami akan bantu pengajuan alat penunjang. Melalui bank sampah, kami berharap ancaman sampah sungai bisa dikurangi,” katanya.
Dansatgaster Patroli Sungai Batalion Roket 1 Marinir Lektol Baron Habibi menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang mitigasi bencana dan patroli sungai. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyisiran di Kali Cikarang dari Klapanunggal Bogor hingga muara di utara Bekasi.
“Kami menemukan beberapa titik rawan longsor dan bangunan liar, termasuk di Desa Danau Indah ini. Kegiatan edukasi ini sekaligus sebagai tindak lanjut kerja sama antara Gubernur Jawa Barat dengan Kepala Staf Angkatan Laut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Resimen Artileri 1 Marinir serta Batalion Roket 1 Marinir ditunjuk untuk memperkuat kesiapsiagaan wilayah, termasuk di Kabupaten Bekasi. Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang diprediksi terjadi di akhir tahun ini.
Kepala Bidang Sungai, Pantai, dan Pengendalian Banjir DSDA Provinsi Jawa Barat Hendra Wardana menjelaskan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi semakin meningkat akibat perubahan iklim, penurunan kapasitas daerah aliran sungai (DAS), urbanisasi tinggi, serta infrastruktur pengendali banjir yang belum sebanding dengan risiko.
“Ketika hujan turun di Puncak Bogor, air dari Bendung Katulampa bisa tiba di Kali Bekasi hanya dalam waktu delapan jam. Jadi meski curah hujan di Bekasi kecil, dampaknya tetap terasa,” ujarnya.
Hendra menegaskan bahwa fokus DSDA Jabar adalah pada peningkatan edukasi, penanaman pohon sukun dan kelapa di sempadan sungai, serta kampanye pengelolaan sampah yang lebih bijak. Selain itu, pihaknya akan mengusulkan penguatan penegakan hukum bagi pelaku pencemaran dan pelanggaran di area sempadan sungai.







