Ratusan Warga Subang Berunjuk Rasa di Sekitar Pabrik Kendaraan Listrik
Ratusan warga dari Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, melakukan aksi unjuk rasa di dekat kawasan pabrik kendaraan listrik asal Vietnam pada Selasa 16 Desember 2025. Aksi ini dilakukan untuk menuntut pihak perusahaan agar lebih memprioritaskan warga setempat dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Dalam orasinya di atas mobil komando, salah seorang peserta aksi menyampaikan bahwa warga Cibogo memiliki sumber daya manusia yang layak bekerja di pabrik tersebut. Mereka menuntut keadilan dan keberpihakan dari pihak perusahaan terhadap warga sekitar.
Aksi yang dimulai pada pukul 9.00 pagi ini mendapat respons dari pihak perusahaan. Perwakilan massa pengunjuk rasa diajak untuk berdialog mengenai tuntutan mereka. Setelah berdiskusi selama beberapa jam, pihak perusahaan sepakat untuk memprioritaskan warga setempat dalam rekrutmen tenaga kerja. Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 12.00 siang.
Unjuk rasa ini terjadi sehari setelah peresmian pabrik tersebut yang dihadiri oleh Bupati Subang hingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Chief Executive Officer (CEO) Vinfast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyebutkan bahwa pabrik di Subang saat ini baru menyerap sekitar 900 tenaga kerja. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan akan memprioritaskan tenaga kerja asal Subang untuk bekerja di pabrik tersebut.
”Subang menjadi prioritas kami dalam hal tenaga kerja. Tenaga kerja terdidik dan terlatih harus memenuhi standar Vinfast,” katanya dalam konferensi pers seusai peresmian.
Untuk tahap awal, pengoperasian pabrik masih berskala kecil dengan target produksi sebanyak 50.000 unit per tahun. Skala produksi akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 350.000 unit per tahun, seiring dengan pengembangan pabrik di lahan seluas 171 hektare. Setelah kapasitas produksi ditingkatkan secara maksimal, pihak perusahaan memastikan pabriknya dapat menyerap tenaga kerja hingga 15.000-20.000 orang.
Dorongan dari Bupati Subang
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mendorong pabrik tersebut untuk menambah komposisi pekerja lokal hingga lebih dari 70%. Ia menjelaskan bahwa sedang digodok dengan Dinas Tenaga Kerja mengenai perekrutan tenaga kerja dari Subang.
”Ada yang bisa ambil pekerja dari Subang, ada yang tidak. Seperti ada yang spesifikasi khusus, itu memang mereka harus punya keahlian khusus. Tapi, yang sifatnya tidak perlu keahlian khusus, bisa mengisi di sini,” ujarnya.
Pengalaman Pekerja Lokal
Sementara itu, Agung (32), seorang pekerja di bagian akhir produksi (finishing), mengaku senang dapat bekerja di dekat tempat tinggalnya, di Lembur Pabuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Sebelumnya, dia sempat bekerja di pabrik sparepart otomotif di Bekasi.
”Saya masukkan lamaran online (bursa tenaga kerja daring) jadi tidak dipungut biaya (seperti lewat perantara). Saya sudah bekerja di sini empat hari. Senang, karena tidak jauh dari rumah dan keluarga. Perjalanan hanya sekitar 20 menit dari rumah ke tempat kerja,” ujarnya.








