Kondisi Jalur Cadas Pangeran Pasca-Longsor dan Tantangan yang Menghadang
Jalur Cadas Pangeran, yang terletak di Kabupaten Sumedang, kembali menjadi sorotan setelah dua hari berturut-turut dilanda longsoran tanah dan pohon tumbang. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat serta kelancaran lalu lintas di jalur penting yang menghubungkan Bandung dengan Sumedang. Sebagai salah satu jalur utama, Cadas Pangeran tetap menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Barat.
Peristiwa Longsor yang Terjadi
Longsor tersebut terjadi pada Kamis hingga Jumat (25–26 Desember 2025), di tengah kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi. Meskipun skala kejadian tidak terlalu besar, insiden ini sempat mengganggu arus lalu lintas. Dalam beberapa jam, jalur tersebut harus ditutup sementara, namun situasi kemudian dapat dikelola dengan baik.
Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, menegaskan bahwa meski kejadian kali ini tidak terlalu parah, potensi longsor susulan tetap ada. Ia menilai, hal ini memerlukan persiapan yang matang dari aparat terkait.
Jalur Lama Masih Berperan Penting
Meskipun telah dibangun jalan tol Bandung–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu), jalur Cadas Pangeran masih menjadi jalur vital bagi pergerakan transportasi. Banyak truk logistik, angkutan umum, dan sepeda motor masih menggunakan jalur ini untuk melintasi daerah tersebut.
H. Untung menjelaskan bahwa keberadaan jalan tol tidak sepenuhnya menggantikan fungsi Cadas Pangeran. Selain itu, ia menekankan bahwa kejadian longsor kemarin bisa menjadi pelajaran berharga agar tidak lengah dalam menghadapi ancaman serupa.
Dorong Sinergi Lintas Instansi
Untuk menghadapi risiko bencana, H. Untung menyarankan adanya kerja sama yang lebih erat antara BPBD Jawa Barat dengan instansi lain seperti dinas teknis, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah setempat. Ia menilai, sinergi ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menjamin keselamatan warga.
Ia juga menegaskan perlunya langkah-langkah konkret seperti pemetaan titik rawan, kesiapan alat berat, serta rencana pengalihan arus lalu lintas darurat. Langkah-langkah ini akan membantu mencegah masyarakat terjebak dalam situasi yang tidak terduga.
- Pemetaan titik rawan dilakukan untuk mengidentifikasi area yang paling rentan terhadap longsor.
- Kesiapan alat berat akan mempercepat proses pembersihan jalur jika terjadi longsoran.
- Rekayasa lalu lintas darurat akan meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat.
Masa Depan Jalur Cadas Pangeran
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, H. Untung menegaskan bahwa Cadas Pangeran harus mendapat perhatian khusus. Fungsinya sebagai jalur penting bagi pergerakan ekonomi lintas kota membuatnya menjadi prioritas dalam upaya mitigasi bencana.
Ia berharap, dengan adanya rencana cadangan dan kerja sama yang lebih baik, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat melewati jalur tersebut. Hal ini juga akan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas ekonomi wilayah Jawa Barat secara keseluruhan.








