Wisata Garut Bangkit, Wisnus Capai 5,95 Juta

by -46 views
Wisata Garut Bangkit, Wisnus Capai 5,95 Juta

Peningkatan Kunjungan Wisata ke Kabupaten Garut

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Garut pada tahun 2025 mencapai 6,56 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data tersebut diungkapkan oleh Kepala BPS Garut, Nevi Hendri, yang menjelaskan bahwa jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Garut meningkat sebesar 25,83% dibandingkan Januari–Oktober 2024.

Pada tahun 2024, jumlah perjalanan wisnus ke Garut tercatat sebanyak 5,21 juta, sedangkan pada tahun 2025 naik menjadi 6,56 juta perjalanan. Nevi mengatakan bahwa peningkatan ini menunjukkan bahwa Garut semakin diminati sebagai tujuan rekreasi dan aktivitas wisata lainnya. Ia juga menyebut bahwa tren ini sejalan dengan pulihnya mobilitas masyarakat pascapandemi dan semakin membaiknya infrastruktur pariwisata.

Perjalanan Wisatawan Lokal

Selain wisatawan yang datang ke Garut, warga setempat juga semakin aktif melakukan perjalanan wisata ke berbagai daerah lain di Indonesia. Berdasarkan data BPS, perjalanan wisnus yang berasal dari Kabupaten Garut pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai 4,83 juta perjalanan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 3,30 juta perjalanan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Bursa Pelatih MU :Louis van Gaal Tertarik Gandeng Roy Keane sebagai Asisten Pelatih

Peningkatan ini menunjukkan bahwa perekonomian rumah tangga masyarakat Garut mulai pulih dan aktivitas berwisata kembali menjadi prioritas. Nevi menilai bahwa pertumbuhan tahunan yang tinggi merupakan indikasi bahwa minat berwisata telah kembali ke tingkat normal bahkan melampaui kondisi sebelum pandemi.

Dinamika Kunjungan Berdasarkan Wilayah

Dalam bulan Oktober 2025, jumlah perjalanan wisnus asal Garut mencapai 436.508 perjalanan, atau naik 0,78% secara month-to-month dibandingkan September 2025. Jika dibandingkan dengan Oktober 2024, kenaikan jumlah perjalanan mencapai 33,02 persen secara year-on-year.

Dari sisi asal wisatawan, kunjungan ke Kabupaten Garut pada Oktober 2025 masih didominasi oleh wisatawan dari wilayah Bandung Raya. Wisnus dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat menyumbang sekitar 50,32 persen dari total kunjungan. Nevi menjelaskan bahwa kedekatan geografis, kemudahan akses, serta banyaknya paket wisata pendek membuat Bandung Raya tetap menjadi pasar utama Garut.

Pertumbuhan Kunjungan Berdasarkan Kabupaten/Kota Asal

Terdapat dinamika menarik dalam pertumbuhan kunjungan berdasarkan kabupaten/kota asal secara bulanan. Kunjungan wisnus dari Kabupaten Kuningan tercatat meningkat paling tinggi dengan pertumbuhan 14,36% dibanding bulan sebelumnya. Disusul Kota Sukabumi yang naik 11,93 persen, serta Kabupaten Pangandaran yang meningkat 5,84%.

Baca Juga:  Harga Cabai Merah dan Ayam Turun di Pasar Rakyat Sumedang

Nevi mengatakan peningkatan dari daerah-daerah ini bisa terkait dengan masa libur akhir pekan panjang maupun peningkatan promosi destinasi wisata Garut. Sebaliknya, beberapa daerah mengalami penurunan kunjungan. Wisatawan dari Kabupaten Bekasi turun 13,24%, disusul Kota Cimahi yang turun 10,29%, dan Kota Tasikmalaya yang turun 8,25% secara bulanan. Penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor jarak, kondisi cuaca, serta preferensi wisata yang cenderung bergeser pada periode tersebut.

Tren Positif untuk Pemulihan Ekonomi

Secara keseluruhan, Nevi menegaskan bahwa peningkatan perjalanan wisnus, baik yang datang maupun yang berangkat dari Kabupaten Garut, merupakan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah. Sektor pariwisata terbukti menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi lokal, mulai dari kuliner, transportasi, hingga akomodasi.

Nevi menambahkan bahwa tren ini perlu dipertahankan melalui inovasi dan perbaikan layanan wisata. Dengan demikian, Garut dapat terus menjadi destinasi wisata yang menarik dan berkontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat setempat.