JABARMEDIA – Sejenak kita menarik nafas karena sebagian orang masih membutuhkan alasan mengapa manusia melakukan ibadah. Tak heran manusia memang dianugerahi akal pikiran agar mampu memikirkan keagungan dan kekuasaan Tuhannya selama tidak melampaui batas kemampuannya.
تفكروا في خلق الله ولا تفكروا في ذات الله
“Berpikirlah tentang ciptaan Allah dan jangan berpikir tentang esensi zat Allah.“
Tapi kenyataanya akal pikiran manusia seringkali tertutup kegelapan (hati) untuk mengungkap kebenaran yang nampak di depan mata sehingga mengingkari hakikat dirinya sendiri.
Padahal, dalam beberapa ayat al-Quran dengan tegas menyebutkan bahwa hakikat Tuhan menciptakan manusia untuk beribadah.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ibadah itu sendiri berarti perbuatan untuk menyatakan bukti kepada Tuhan yang didasari ketaatan dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Alasan Manusia Beribadah
Oleh karena itu, secara umum ada dua alasan manusia beribadah, yaitu: pertama, karena tuntutan kewajiban sebagaimana terdapat dalam nash al-Quran, dan kedua karena kesadaran (akan kebutuhan terhadap Tuhannya).
Di antara sekian banyak ayat-ayat al-Quran tentang keharusan manusia beribadah kepada Allah, di antarnya:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ٢١ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءًۖ وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٢٢
“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bagimu bumi (sebagai) hamparan dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui” (Q.S. al-Baqarah: 21-22).
Dari ayat di atas diketahui alasan manusia beribadah kepada Allah yaitu:
- Pertama, Tuhan yang telah menciptakan kamu,
- Kedua, dan Dialah yang menciptakan orang-orang yang sebelum kamu,
- Ketiga, Dialah yang menjadikan bagimu bumi (sebagai) hamparan,
- Keempat, Tuhan pula yang menjadikan langit sebagai atap
- Kelima, Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit,
- Keenam, Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu.
Masih banyak alasan mengapa manusia perlu beribadah menyembah Allah Swt., dalam al-Qur’an. Termasuk tujuan Tuhan menciptakan manusia di antaranya, untuk ibadah (QS. Adz-Dzariyat: 56), khalifah (QS. Al-Baqarah: 30), Ujian (QS. Al-Mulk:2), Pengembangan diri (QS. Al-Infitar: 6-8).
Tujuan Penciptaan Manusia
Tujuan penciptaan manusia menurut al-Qur’an adalah untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat, dengan cara beribadah kepada Allah SWT, menjalankan perintah-Nya, dan mengembangkan diri untuk mencapai kesempurnaan.
Menurut Al-Qur’an, Tuhan ingin manusia beribadah kepada-Nya karena beberapa alasan.
- Mengakui kekuasaan dan kebesaran Tuhan (QS. Al-Baqarah: 21),
- Tercapai keselamatan dan kebahagiaan (QS. Ali-Imran: 200).
- Mengembangkan hubungan dengan Tuhan (QS. Al-Mu’minun: 1-2)
- Menguji kesabaran dan ketakwaan (QS. Al-Baqarah: 155-156)
- Mengembangkan diri menjadi lebih baik (QS. al-Qiyamah: 1-5)
Namun, perlu diingat bahwa Tuhan tidak membutuhkan ibadah manusia, karena Tuhan adalah Yang Maha Kuasa dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. (QS. Al-Imran: 97)
Begitupun akal kesadaran akal pikiran manusia dapat menyadari bahwa dirinya membutuhkan dan tidak mungkin berdiri kalau tidak ada pertolongan dan kasih sayang Tuhan.
Seseorang yang memuji akal dan ilmu pengetahuan serta tidak mengakui agama sekalipun hakikatnya ia tidak bermasalah dengan Tuhan tapi bermasalah dengan pemuji Tuhan. Menurutnya, untuk berada di tempat yang indah ia harus melewati jalan yang sulit. Orang-orang yang enak dan tenang dalam hidupnya tanpa ada cobaan (ritual) keyakinan berarti masih jauh dari Tuhan. Jadi, bohong ketika ada pendapat bahwa akal tidak bisa memikirkan keyakinan konsep ibadah terhadap Tuhan.
Jelas, sesuai pernyataan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk menyembah Allah. Namun, ini bukan berarti Allah membutuhkan penyembahan kita. Sebab dalam ayat lain Allah berfirman:
وَقَالَ مُوْسٰٓى اِنْ تَكْفُرُوْٓا اَنْتُمْ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ حَمِيْدٌ
“Dan Musa berkata: ‘Jika kamu dan semua yang ada di bumi mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim: 8)
Ibadah bukanlah untuk kepentingan Allah, melainkan untuk kebaikan kita sendiri.
Seandainya makhluk tidak ada yang beribadah menyembahNya sekalipun tapi Allah tetap Maha Kuasa, Maha Terpuji, dan tidak berkurang sedikit pun jika tidak ada makhluk yang menyembah-Nya. Sebaliknya meskipun seorang hamba rajin ibadah, ibadahnya tidak akan menambah kemuliaan dan keagunganNya sebab Tuhan Maha Agung dan Mulia.
Jadi, bukan lagi kenapa kita beribadah kepada Allah, tapi kenapa kita tidak mau menyembah-Nya, padahal itulah yang terbaik untuk hambaNya.








