Program Intervensi Stunting di Bogor Utara Berhasil
Setelah enam bulan pendampingan intensif, sebanyak 16 balita yang terkena stunting di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dinyatakan bebas stunting. Capaian ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Rumah Zakat dalam menangani masalah stunting.
Program intervensi penurunan stunting yang dilakukan selama enam bulan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengurangi angka stunting di wilayah tersebut. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih melalui sinergi lintas sektor.
Ia menjelaskan bahwa program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Dari 28 balita yang tercatat sebagai kasus stunting, sebanyak 16 anak berhasil lulus dari status stunting setelah mendapatkan bantuan dan pendampingan selama enam bulan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat atas sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin dan hasilnya cukup membanggakan,” ujar Jenal Mutaqin saat berada di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara.
Selama periode pendampingan, Rumah Zakat memberikan kontribusi besar dalam penurunan angka stunting di Bogor Utara. Menurut Jenal Mutaqin, capaian ini membuktikan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama yang konsisten dan berkelanjutan.
Bantuan untuk Keluarga Terdampak
Dalam kesempatan tersebut, Jenal Mutaqin juga menyerahkan bantuan kepada 28 keluarga atau Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang hadir pada kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa program bantuan akan terus dilanjutkan, dan ia berharap sinergitas serta kolaborasi antara Pemkot Bogor dengan mitra usaha seperti Rumah Zakat dapat terus berjalan.
“Rumah Zakat akan beralih ke Kecamatan Bogor Selatan, semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan. Tapi bukan berarti Bogor Utara akan kami tinggalkan, tetap akan ada program bantuan di Bogor Utara, termasuk bantuan dari para PNS yang akan berpatungan,” ucapnya.
Fokus pada Kualitas Gizi
Sementara itu, pimpinan Rumah Zakat, Siswanto, menyampaikan bahwa 16 anak dinyatakan lulus setelah mengalami peningkatan status gizi dan perkembangan berat badan. Ia menegaskan bahwa kualitas gizi tetap menjadi perhatian utama agar anak-anak memiliki pertumbuhan optimal dan mampu menjadi generasi unggul di masa mendatang, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045.
“Selama 6 bulan kami mengintervensi 28 balita dan alhamdulillah 16 anak sudah lulus dari stunting. Dari segi berat badan dan pertumbuhan sudah meningkat, tapi yang perlu kita garis bawahi bahwa gizi nya juga harus kita perhatikan,” ungkap Siswanto.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengentasan stunting di Kota Bogor. Selanjutnya, Rumah Zakat akan mengintervensi wilayah Kecamatan Bogor Selatan sebagai wilayah dengan angka stunting yang tinggi.
Ke depan, Kolaborasi Terus Dilanjutkan
Siswanto berharap, bantuan yang telah diberikan oleh Rumah Zakat akan menjadi penyemangat bagi Pemkot Bogor untuk dapat terus mendampingi anak-anak stunting di Kota Bogor. Ia berharap data anak stunting di Kota Bogor bisa terus menurun.
“Insyaallah kita akan lanjutkan bantuan stunting di Bogor Selatan. Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh Rumah Zakat ini dapat menjadi penyemangat untuk dapat terus mendampingi anak-anak stunting dan semoga data anak stunting di Kota Bogor bisa menurun,” pungkasnya.







