Banjir di 24 Desa Bekasi Perlahan Reda

by -16 views
by
Banjir di 24 Desa Bekasi Perlahan Reda

Banjir di Kabupaten Bekasi Mulai Surut, BPBD Tetap Siaga

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi akibat curah hujan tinggi maupun luapan sungai dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tetap disiagakan di titik-titik rawan untuk memastikan kondisi terkini dan mengantisipasi kemungkinan risiko yang muncul.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi menyampaikan bahwa penurunan ketinggian air banjir sudah terjadi sejak hari ini. Hal ini terjadi karena intensitas hujan di wilayah hulu sungai telah berkurang. Ia menyebutkan bahwa secara umum kondisi banjir sudah mulai berangsur surut, meskipun potensi hujan masih ada sehingga perlu tetap waspada.

Menurut data per siang hari ini, banjir masih menggenangi 24 desa yang tersebar di 11 wilayah dari total 17 kecamatan yang pernah terdampak. Sebanyak 16.561 kepala keluarga (KK) masih terdampak oleh banjir tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 195 KK di antaranya masih mengungsi di tiga titik pengungsian yang telah disiapkan oleh pihak BPBD.

Baca Juga:  Menjelajahi Keindahan Tersembunyi: Pesona Pulau Liwungan, Surga Tropis Di Lepas Pantai Tanjung Lesung

Selain permukiman warga, banjir juga masih menggenangi lahan pertanian dengan luas mencapai 2.807,55 hektare. Luasan ini tersebar di beberapa wilayah terdampak. Ketinggian muka air bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter, terutama di wilayah pesisir dan daerah bantaran sungai. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kondisi sebelumnya yang bisa mencapai satu hingga dua meter.

Pihak BPBD bersama unsur TNI, Polri, sukarelawan serta pemerintah kecamatan dan desa telah melakukan berbagai langkah untuk menangani dampak banjir. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain asesmen lokasi banjir, evakuasi warga, pendirian posko, serta penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.

Dodi menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi lintas sektor dan memantau kondisi lapangan secara berkala. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat upaya pemulihan pasca-banjir. Dengan kerja sama yang baik antara berbagai pihak, diharapkan dapat memberikan perlindungan dan bantuan yang optimal bagi masyarakat yang terkena dampak banjir.

Upaya Pemulihan dan Koordinasi Lintas Sektor

Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh BPBD dan mitra terkait meliputi:

  • Asesmen Lokasi: Tim BPBD melakukan evaluasi terhadap wilayah-wilayah yang terdampak banjir untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan darurat.
  • Evakuasi Warga: Proses evakuasi dilakukan secara bertahap agar semua warga yang terancam dapat dievakuasi dengan aman.
  • Posko Darurat: Pendirian posko darurat dilakukan di beberapa titik untuk memudahkan koordinasi dan distribusi bantuan.
  • Bantuan Logistik: Berbagai jenis bantuan seperti makanan, air minum, dan perlengkapan kebutuhan dasar disalurkan kepada warga terdampak.
Baca Juga:  Mie Aceh Pedas Nikmat: Sensasi Rempah Yang Menggugah Selera Dan Cara Membuatnya

Peran Masyarakat dan Relawan

Selain pihak resmi, partisipasi masyarakat dan relawan juga sangat penting dalam proses pemulihan. Sukarelawan membantu dalam berbagai aktivitas seperti pembersihan area terdampak, pendistribusian bantuan, serta memberikan dukungan moril kepada warga yang terkena dampak banjir.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari instansi terkait. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tidak mengganggu aliran air dan meminimalkan risiko banjir di masa depan.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan relawan, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak banjir di Kabupaten Bekasi.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.