Bupati Cirebon Soroti Penanganan Pedagang Pasar Lemahabang yang Terbakar

by -16 views
Bupati Cirebon Soroti Penanganan Pedagang Pasar Lemahabang yang Terbakar

Kebakaran Pasar Desa Lemahabang Kulon

Bau hangus masih tercium kuat di antara los-los yang menghitam di Pasar Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Ratusan lapak yang biasa menjadi denyut nadi ekonomi warga kini tinggal puing, setelah kobaran api melahap pasar tradisional itu pada Selasa (31/12/2025) malam. Peristiwa kebakaran tersebut menyedot perhatian publik.

Api terus membesar meski hujan mengguyur lokasi kejadian, membuat warga hanya bisa menyaksikan si jago merah mengamuk di tengah pasar. Sorotan juga datang dari Bupati Cirebon, Imron Rosyadi. Ia menegaskan, agar pengelola pasar tidak bersikap lamban, terutama dalam menangani nasib para pedagang yang terdampak langsung kebakaran.

“Ya karena pengelola dari Pasar Lemahabang itu kan desa setempat. Jadi saya minta sama pengelola untuk cepat ambil penanganan, terutama bagi para pedagang,” ujar Imron saat diwawancarai, Jumat (2/1/2026). Menurut Imron, langkah cepat sangat dibutuhkan agar pedagang tidak terlalu lama kehilangan mata pencaharian. Ia meminta pengelola pasar segera melakukan pendataan dan mencari solusi konkret bagi para korban kebakaran.

Tak hanya soal penanganan pedagang, Imron juga menekankan pentingnya mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak tersebut. “Pengelola juga harus segera cari tahu penyebabnya, tentu dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ini penting supaya ke depan kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.

Baca Juga:  Mengagumi Keindahan Pantai Sulamadaha

Penyelidikan oleh Pihak Berwajib

Sementara itu, di lokasi kejadian, sisa-sisa kebakaran masih tampak jelas. Los-los pasar menghitam, atap runtuh, dan puing-puing berserakan di hampir seluruh area pasar. Di tengah kondisi tersebut, tim kepolisian tampak menyusuri setiap sudut pasar. Satreskrim Polresta Cirebon bersama tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Rabu (31/12/2025) siang.

Olah TKP dipimpin langsung oleh Wakil Kasat Reskrim Polresta Cirebon, AKP Iwa Mashadi, didampingi Kapolsek Lemahabang, AKP Yuliana. “Kami menindaklanjuti pascakejadian kebakaran di Pasar Desa Lemahabang Kulon. Kami dari Satreskrim bersama tim Inafis melakukan olah TKP terkait kejadian kebakaran ini,” kata Iwa di lokasi. Ia menjelaskan, tahapan awal olah TKP dimulai dari pengamatan kondisi pasar secara umum, sebelum difokuskan pada los dan kios yang terbakar.

“Dalam olah TKP ini, pertama kami melakukan pengamatan terhadap keadaan secara umum. Kemudian secara spesifik kami meneliti barang-barang ataupun kios atau los yang terbakar untuk mencari barang-barang yang berkaitan dengan kejadian,” jelasnya. Dari pemeriksaan awal tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan munculnya api.

Baca Juga:  Demonstrasi Dekat Istana, Serikat Tani Serukan Kebijakan Impor Pangan Hingga Kenaikan BBM

“Kami mengamankan beberapa barang, di antaranya bekas-bekas kabel yang terbakar dan beberapa sisa barang elektronik yang terbakar,” ujar Iwa. Barang bukti itu langsung dimasukkan ke dalam plastik untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat awal.

“Ini masih olah TKP tahap awal. Untuk memastikan sebab kebakaran, kami akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Puslabfor Polri,” katanya. Selain mengamankan barang bukti, polisi juga telah memeriksa lebih dari lima orang saksi, termasuk penjaga malam yang pertama kali melihat munculnya api.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi, baik dari pedagang maupun saksi pertama yang melihat sumber api. Saat kejadian, pasar dalam kondisi tutup dan tidak ada aktivitas,” ucap Iwa. Dari keterangan awal saksi mata, api diduga berasal dari bagian atas los pasar.

“Saksi melihat sumber api ini berasal dari bagian atas los. Ini menjadi keterangan awal kami untuk melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran,” jelasnya. Pantauan di lokasi, olah TKP dimulai sekitar pukul 11.15 WIB. Polisi juga menghadirkan langsung penjaga malam pasar untuk memperdalam keterangan, dengan fokus penyisiran di titik tengah pasar yang diduga menjadi lokasi awal munculnya api.

Baca Juga:  Delapan Penemuan Ilmuwan Indonesia Mendunia

Dugaan Penyebab Kebakaran

Sebelumnya, hujan yang turun sejak sore tak mampu meredam kepanikan warga Desa Lemahabang, Selasa (30/12/2025) malam. Sekitar pukul 18.30 WIB, api tiba-tiba muncul dari bagian tengah pasar dan dengan cepat membesar. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat jelas dari Jalan Penghubung Lemahabang–Japura.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengungkapkan dugaan sementara kebakaran berkaitan dengan cuaca ekstrem. “Ada dugaan sambaran petir sebanyak dua kali yang mengenai instalasi listrik pasar, sehingga menyebabkan hubungan arus pendek atau korsleting,” ujar Dadang. Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 45 personel dikerahkan. Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari dan dilanjutkan dengan pendinginan.