Penanganan Sampah Selama Perayaan Nataru di Kota Bekasi
DLH Kota Bekasi mengambil langkah-langkah strategis dalam menghadapi peningkatan volume sampah selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pihak dinas memastikan bahwa pelayanan persampahan tetap berjalan optimal dengan mengerahkan sejumlah personel dan armada pengangkut sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan secara bertahap dan siaga 24 jam. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah yang dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan masyarakat.
Armada dan Personel yang Dikerahkan
DLH Kota Bekasi mengerahkan total 71 unit armada pengangkut sampah. Armada tersebut terdiri dari berbagai jenis kendaraan seperti dump truck, arm roll, compactor, serta kendaraan pendukung lainnya. Selain itu, sebanyak 456 orang personel juga diterjunkan untuk mendukung operasional tersebut.
Pengerahan personel dan armada ini merupakan bagian dari upaya pengendalian sampah. DLH Kota Bekasi melakukan beberapa langkah strategis agar alur pengangkutan dan pembuangan sampah berjalan lancar. Armada dan kru kebersihan disiagakan di titik-titik rawan peningkatan timbulan sampah. Hal ini didukung oleh koordinasi bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebersihan Kecamatan serta UPTD Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Monitoring dan Evaluasi Harian
Selama masa Nataru, DLH Kota Bekasi melakukan monitoring dan evaluasi harian terhadap volume timbulan sampah. Pemantauan lapangan dilakukan langsung di lokasi-lokasi strategis dan pusat keramaian. Tujuannya adalah untuk memastikan pengelolaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) berjalan optimal. Dengan demikian, sampah dapat segera diangkut ke TPA tanpa menimbulkan penumpukan.
Peran Masyarakat dalam Pengendalian Sampah
Selain upaya teknis di lapangan, DLH Kota Bekasi juga mengimbau seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengendalian sampah. Masyarakat diminta untuk membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Selain itu, masyarakat diharapkan mampu mengurangi penggunaan sampah sekali pakai serta melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Keberhasilan pengendalian dan penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat,” ujar Kiswatiningsih.
Langkah-Langkah Strategis yang Dilakukan
DLH Kota Bekasi melakukan beberapa langkah strategis dalam menghadapi peningkatan volume sampah selama perayaan Nataru. Berikut beberapa di antaranya:
- Penempatan armada di titik rawan: Armada dan kru kebersihan ditempatkan di area yang memiliki potensi tinggi peningkatan timbulan sampah.
- Koordinasi dengan instansi terkait: DLH bekerja sama dengan UPTD Kebersihan Kecamatan dan UPTD TPA untuk memastikan alur pengangkutan dan pembuangan sampah berjalan lancar.
- Monitoring harian: DLH melakukan pemantauan langsung di lokasi-lokasi strategis untuk memastikan pengelolaan TPS optimal.
- Edukasi masyarakat: DLH memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan sampah sekali pakai.







