Harapan Warga Waled di Tahun Baru, Menanti Solusi Banjir yang Menghantui

by -11 views
Harapan Warga Waled di Tahun Baru, Menanti Solusi Banjir yang Menghantui

Momen Pergantian Tahun yang Diiringi Banjir di Waled, Cirebon

Momen pergantian tahun sering kali menjadi momen harapan baru bagi masyarakat. Namun, bagi warga Desa Mekarsari dan sejumlah wilayah lainnya di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, tahun baru justru diiringi oleh banjir yang kembali melanda. Mereka berharap agar banjir tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di Desa Mekarsari, banjir yang terjadi pada malam tahun baru merupakan banjir ketiga dalam bulan Desember. Saat itu, air menggenangi permukiman warga dan menimbulkan dampak signifikan. Sebanyak 690 kepala keluarga, atau sekitar 2.000 jiwa, terdampak banjir. Selain Mekarsari, Desa Gunungsari dan Ciuyah juga dilanda banjir yang sama.

Banjir ini disebabkan oleh meluapnya Kali Ciberes di malam hari, yang menggenangi permukiman warga. Dalam sebuah video, Kuwu Mekarsari meminta Gubernur KDM untuk turun tangan menangani masalah ini.

Jalan Terputus dan Aktivitas Terhenti

Desa Gunungsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, seolah tak pernah benar-benar kering. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Selasa malam kembali membawa petaka. Rabu (31/12/2025) pagi, air bah menggenangi rumah-rumah warga, memutus akses jalan desa, dan melumpuhkan seluruh aktivitas.

Baca Juga:  Bekas Pabrik Genteng, Ini Aset Miliaran Rupiah Milik Luthfi di Bogor

Banjir kali ini bukan yang pertama. Bahkan, ini menjadi banjir ketiga dalam sepekan terakhir yang merendam wilayah timur Kabupaten Cirebon. Keseharian warga kini dihantui oleh banjir. Sedikitnya lima kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Waled, Gebang, Plered, Weru, dan Pangenan. Namun, Kecamatan Waled menjadi wilayah terparah, dengan ribuan rumah terendam air setinggi 80 sentimeter hingga 1 meter.

Pantauan di Desa Gunungsari menunjukkan genangan air masih mengepung permukiman warga. Jalan desa tak lagi terlihat, menyatu dengan air berwarna kecokelatan yang terus mengalir deras. Warga hanya bisa bertahan di rumah, kebingungan untuk mengungsi karena hampir seluruh wilayah desa terendam banjir.

Pengalaman Warga yang Mengalami Banjir

Banjir kali ini disebut warga lebih parah dibanding sebelumnya. Selain intensitas hujan yang tinggi, meluapnya Sungai Ciberes akibat kiriman air dari wilayah hulu Kabupaten Kuningan turut memperparah keadaan.

Suherti (60), warga Desa Gunungsari, mengatakan air mulai masuk ke rumahnya sejak Selasa petang, tepat setelah waktu Magrib. Seiring berjalannya waktu, ketinggian air terus bertambah hingga merendam bagian dalam rumah.

Baca Juga:  Polusi Berbahaya di Bandung, Tangsel, dan Depok

“Kemarin sore abis magrib airnya masuk. Ketinggian air tadinya 60 sentimeter dari sungai ambit,” ujar Suherti saat ditemui di rumahnya, Rabu (31/12/2025) siang.

Menurutnya, air yang meluap dari Sungai Ciberes semakin deras hingga akhirnya masuk ke permukiman warga setelah bendungan kecil di pintu masuk jebol.

“Kalau masuk ke sini (rumah) ketinggian air sampai 100 sentimeter. Itu di dalam rumah, kalau di luar di jalanan sampai 1 meter lebih,” ucapnya.

Hingga Rabu siang, air belum menunjukkan tanda-tanda surut. Warga hanya bisa bersabar sambil mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan ke tempat yang lebih tinggi.

“Sampai sekarang belum surut juga, paling nanti malam surutnya,” jelas dia, pasrah.

Harapan Warga untuk Solusi Jangka Panjang

Suherti menegaskan, bahwa banjir yang melanda desanya bukan semata karena hujan lokal, melainkan air kiriman dari wilayah Kuningan yang membuat Sungai Ciberes tak mampu menampung debit air.

“Ya air dari luapan sungai. Ini air kiriman juga dari Kuningan,” katanya.

Banjir yang terus berulang membuat warga lelah. Bantuan logistik bukan lagi menjadi harapan utama. Yang paling diinginkan warga hanyalah solusi agar banjir tidak terus datang setiap hujan turun.

Baca Juga:  Gubernur: Kembangkan Budaya Sunda di Kalbar

“Ya harapannya, agar tidak banjir-banjir lagi a, itu harapannya. Kalau bantuan mah enggak begitu, yang penting tidak banjir lagi. Soalnya di sini setiap turun hujan banjir,” ujarnya.

Hingga kini, arus deras Sungai Ciberes masih mengalir dan membanjiri pemukiman warga Desa Gunungsari. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing, meski dihantui kekhawatiran air kembali naik. Banjir pun belum menunjukkan tanda-tanda akan surut dalam waktu dekat.