Hari Ini, Pedagang Sapi di Pasar Baru Mogok, Ini Penjelasan Disdagperin Kota Bekasi

by -18 views
by
Hari Ini, Pedagang Sapi di Pasar Baru Mogok, Ini Penjelasan Disdagperin Kota Bekasi

Puluhan Pedagang Daging Sapi di Bekasi Mogok Jualan

Puluhan pedagang daging sapi di Pasar Baru, Kota Bekasi melakukan aksi mogok berjualan mulai hari ini, Kamis, 22 Januari 2026. Aksi tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Para pedagang memilih cara ini sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga sapi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Mogok jualan ini dilakukan karena para pedagang merasa kesulitan menghadapi fluktuasi harga yang sangat tinggi. Mereka menyebutkan bahwa harga sapi, baik yang berasal dari dalam negeri maupun impor, mengalami peningkatan signifikan. Hal ini semakin diperparah dengan kenaikan harga daging karkas di Rumah Potong Hewan (RPH), yang berdampak langsung pada harga jual di pasar.

Selain itu, daya beli masyarakat juga menurun akibat kenaikan harga daging sapi. Para pedagang mengeluhkan bahwa permintaan dari konsumen semakin sedikit, sementara biaya produksi dan pengadaan sapi meningkat. Ini membuat mereka sulit untuk menjaga keuntungan dan kelangsungan usaha.

Dalam konfirmasi terkait aksi mogok jualan ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi mengakui bahwa para pedagang memang tidak berjualan selama tiga hari tersebut. Eko Wijatmiko, Analis Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, menyampaikan bahwa para pedagang menyampaikan aspirasi mereka dengan cara tidak berjualan.

Baca Juga:  Lawan Fatherless, Bupati Bogor Wajibkan Ayah Ambil Rapor

“Betul (mogok jualan), mereka menyampaikan aspirasi dengan cara tidak berjualan,” ujar Eko kepada media.

Eko menambahkan bahwa saat ini harga daging sapi di pasar sudah mengalami kenaikan dibandingkan harga normal sebelumnya. Berdasarkan hasil monitoring dan pemantauan oleh Disdagperin, harga daging sapi berkisar antara Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.

Penyebab Kenaikan Harga Daging Sapi

Beberapa faktor menjadi penyebab utama kenaikan harga daging sapi di Bekasi. Pertama, kenaikan harga sapi hidup, baik lokal maupun impor, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti musim atau kondisi iklim yang memengaruhi pasokan. Kedua, kenaikan harga daging karkas di RPH yang dipengaruhi oleh biaya operasional dan tenaga kerja.

Selain itu, inflasi secara umum juga turut berkontribusi pada kenaikan harga komoditas pangan, termasuk daging sapi. Kenaikan harga bahan bakar minyak dan biaya transportasi juga berdampak pada kenaikan harga daging yang dijual di pasar.

Tantangan yang Dihadapi Pedagang

Para pedagang menghadapi tantangan besar dalam menghadapi situasi ini. Mereka harus menyesuaikan harga jual dengan biaya produksi yang meningkat, namun daya beli masyarakat tetap rendah. Akibatnya, banyak pedagang yang mengalami penurunan omset dan kesulitan menjaga kestabilan usaha.

Baca Juga:  Safari ke Toko-toko Buku di Bandung

Meski demikian, para pedagang tetap berharap adanya intervensi dari pemerintah dan lembaga terkait untuk membantu menstabilkan harga daging sapi. Mereka berharap agar ada kebijakan yang dapat mengurangi beban mereka, seperti subsidi atau pembatasan harga daging sapi.

Tanggapan dari Pemerintah

Disdagperin Kota Bekasi telah melakukan pemantauan rutin terhadap harga daging sapi di pasar. Selain itu, pihak dinas juga terus berkoordinasi dengan peternak dan pelaku usaha untuk mencari solusi jangka panjang. Namun, sampai saat ini belum ada kebijakan spesifik yang diambil untuk menangani kenaikan harga daging sapi secara langsung.


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.