Wisatawan Boleh Kunjungi Kawah Ratu

by -5 views

kawah ratu tangkuban parahu

Meski Kementrian Kehutanan merekomendasikan wisatawan menghindari radius 1,5 Km dari bibir Kawah Ratu, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu tetap mempersilahkan wisatawan berkunjung ke Kawah Ratu. PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) sebagai pengola TWA menganggap, kawasan itu masih aman dikunjungi.

“Sampai saat ini TWA Tangkubanparahu aman dikunjungi. Buktinya, tidak ada keluhan kesehatan dari para wisatawan. Apalagi, embusan angin selalu mengarah ke Kawah Upas. Dengan demikian, rambatan gas berbahaya bagi kesehatan dari Kawah Ratu tidak akan terhirup oleh wisatawan atau pedagang,” kata Direktur Utama PT GRPP Putra Kaban, saat dihungi “PRLM”, Sabtu (1/9).

Menurut pemantauan, di pos informasi Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu terdapat dua spanduk dari Kementrian Kehutanan. Masing-masing spanduk bertuliskan pesan berbeda.

Salah satu spanduk bertuliskan larangan bagi masyarakat sekitar, pengunjung, wisatawan dan pendaki agar tidak mendekati Puncak Gunung Kawah Upas, Kawah Ratu dalam radius 1,5 Km. Sementara spanduk lainnya berisi peringatan kepada pengunjung, aktivitas Gn. Tangkubanparahu dalam status waspada. Isi tulisan itu sesuai dengan Surat Kementrian Kehutanan Dirjen PHKA BBKSA No.S.832/BBKSDA/Jabar:2/2012 tanggal 28 Agustus 2011 berkenaan informasi dari PVMBG.

Menanggapi hal itu, Putra Kaban menuturkan pemasangan spanduk tersebut merupakan kewajiban pengelola. Upaya itu, kata dia, sebagai tindak lanjut dari surat pemberitahuan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Pasalnya, dia mengatakan, BBKSDA merupakan lembaga pemangku PT GRPP.

Justru sejak peningkatan status aktivitas vulkanik dari aman ke waspada, ucapnya, semakin banyak wisatawan mengunjungi TWA Tangkubanparahu. Dia menambahkan, hal itu termasuk peningkatan jumlah wisatawan mancanegara.

“Bahkan beberapa di antaranya mengaku mempunyai keahlian disiplin ilmu yang berkaitan dengan vulkanologi. Berdasarkan itu, wisatawan mancanegara tersebut merasa penasaran dengan aktivitas vulkanik Gunung Tangkubanparahu,” katanya menegaskan.

Mengenai peningkatan status vulkanik menjadi waspada, menurut Putra Kaban, memang sering terjadi di Gn. Tangkubanparahu. Dia menjelaskan, fenomena itu terjadi setiap satu tahun. Dengan begitu, dia menilai, wisatawan dan pengunjung seakan sudah terbiasa menanggapi aktivitas Gn. Tangkubanparahu.

Sementara itu, Kepala PVMBG Surono mengungkapkan, pihaknya tidak mengurusi ihwal wisatawan dan pedagang yang masih mendekati KRB III. Dia menegaskan, tugas PVMBG yaitu mengurusi aktivitas gunung api.

Akan tetapi, seperti pernyataan Surono sebelumnya, pihaknya pernah memberikan rekomendasi kepada Alm. Mbah Maridjan supaya menjauhi Gunung Merapi. “Saya tidak bisa memaksa. Pengalaman sewaktu di Gunung Merapi, setelah ada rekomendasi, Alm. Mbah Marijdan juga tidak mau mengungsi,” katanya

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Pemda tidak dapat memberikan kebijakan atas TWA Tangkubanparahu. Menurut dia, TWA Tangkubanparahu merupakan tanggung jawab BBKSDA. (A-199/A-206/A-26).***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com