Jalan Jatimulya Bekasi Terendam Banjir 70 Cm, Pengendara Terpaksa Putar Balik

by -16 views
Jalan Jatimulya Bekasi Terendam Banjir 70 Cm, Pengendara Terpaksa Putar Balik

Jalan Raya Jatimulya, Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengalami banjir dengan ketinggian sekitar 50 hingga 70 sentimeter. Kejadian ini disebabkan oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (22/1/2026) pagi. Hujan mulai turun sekitar pukul 05.30 WIB dan intensitasnya masih cukup tinggi hingga siang hari. Akibatnya, genangan air di jalan utama tersebut semakin bertambah dan mengganggu arus lalu lintas.

Banyak pengendara sepeda motor memilih untuk memutar balik meskipun harus menempuh jarak yang lebih jauh. Salah satu warga, Rofiq (42), pedagang tape yang hendak menuju Pasar Jatimulya, mengungkapkan alasan ia memutuskan untuk kembali. “Daripada nekat terus mogok di tengah, mending putar balik. Kalau nunggu surut juga lama,” katanya.

Rofiq mengaku terpaksa menunda perjalanannya karena khawatir sepeda motornya mogok jika memaksa melintas. “Kalau lewat pasti mati motornya. Ini saya mau ke pasar, kalau puter balik bisa satu jam perjalanannya,” ujarnya. Ia menilai bahwa banjir di kawasan tersebut kerap terjadi, terutama jika hujan turun sejak malam hari dengan intensitas tinggi. “Kalau hujannya dari semalam, pasti bakal banjir kayak gini. Motor banyak yang enggak bisa lewat sini,” tambahnya.

Baca Juga:  Obama Desak Myanmar Hentikan Kekerasan pada Rohingya

Menurut Rofiq, meski saluran air dan sungai di sekitar lokasi telah dilakukan pendalaman, kondisi jalan yang berada di dataran rendah membuat air tetap meluap ke badan jalan. Selain itu, kontur Jalan Raya Jatimulya yang lebih rendah dibandingkan jalan di sekitarnya membuat air mudah menggenang saat hujan deras. “Selokannya sudah didalemin, kalinya juga. Tapi karena di sini memang rendah, air tetap melimpah ke jalan. Dan yang depan ini paling dalam,” ujarnya.

Ia menilai solusi jangka panjang yang perlu dilakukan adalah meninggikan badan jalan agar sejajar dengan ruas jalan lainnya. “Seharusnya jalannya ditinggikan dan disamain sama yang lain. Kalau rata, mungkin enggak separah ini,” tutur Rofiq.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pengendara motor menepikan kendaraannya dan menunggu genangan surut. Sementara itu, kendaraan roda empat masih dapat melintas meski dengan kecepatan terbatas. Warga sekitar turut membantu mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat. Beberapa di antaranya bahkan membantu mendorong sepeda motor agar bisa melintas, dengan imbalan seikhlasnya.

Baca Juga:  Kisah 13 Pembaca Alquran Rutan Kelas I Surabaya, Anggap Bukan Penjara tapi Pondok Pesantren

“Ini saya sambil ngecrek, bantu-bantu pemotor yang mau lewat. Kalau enggak dijagain, kasihan. Kalau motornya dinyalain, bisa mati mesinnya,” ujar Oji (50), warga sekitar lokasi banjir. Oji mengatakan, banjir terjadi akibat hujan sejak pagi serta buruknya daya tampung drainase di kawasan tersebut. “Karena hujan, terus air drainase dari kampung turun ke sini. Kalinya kecil, jadi enggak nampung,” kata Oji.

Menurut dia, saat aliran sungai tidak mampu menampung debit air, genangan akan meluap ke jalan. Namun, jika air sungai mulai surut, genangan di jalan perlahan ikut menyusut. “Kalau kalinya surut, air di jalan juga masuk ke got,” ucapnya. Ia mengatakan, selama banjir berlangsung, banyak sepeda motor yang mogok saat mencoba melintas. “Ada yang mati, ada yang bisa. Motor banyak yang mogok, kalau mobil enggak,” tutur Oji.