Karakteristik Hamba Allah

by -23 views
Karakteristik Hamba Allah

Karakteristik hamba-hamba Allah banyak disebutkan di dalam al-Qur`an. Di antaranya surah al-Furqan ayat 63-74.

Pertama dan Kedua

Allah Subhanahun wa Ta’ala berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا (63) وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا (64)

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “salām,” (63). Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri (64).” (Qs. al-Furqan: 63-64).

Karakteristik hamba Allah dari QS. al-Furqan 63 di atas yaitu tidak bersikap sombong dan ketika orang-orang mengejeknya maka tidak membalasnya dengan ejekan pula bahkan mendoakan mereka supaya menjadi baik.

Kemudian karakter berikutnya pada ayat berikutnya (Q.S. al-Furqan:64) ialah mereka yang melakukan bangun malam untuk mendirikan shalat tahajud.

Ketiga dan Keempat

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (65) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (66) وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا (67)

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal.” (65). “Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (66). “Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (67). (Qs. al-Furqan: 65-67).

Baca Juga:  Cari Makan Dekat Stasiun Tulungagung? Ini 10 Tempat Favorit Wisatawan!

Karakter hamba Allah yang ketiga QS. al-Furqan 65 yaitu hamba yang berdoa kepada Allah-‘Azza wa Jalla supaya dijauhkan dari azab Jahannam.

Selain itu, pada Q.S. al-Furqan 67 yaitu hamba yang bersikap pertengahan dalam berinfaq, tidak berlebihan atau sangat perhitungan.

Kelima

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71)

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (68). “(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (69). “Kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (70). “Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.” (71). (Qs. al-Furqan: 68-71).

Termasuk hamba Allah yang kelima dalam Q.S al-Furqan ayat 68 yaitu hamba yang bertauhid, tidak membunuh, dan tidak berzina.

Baca Juga:  Banjir DKI: Ribuan Orang Mengungsi di Kampung Pulo

Hamba yang bertauhid ialah hamba yang hanya beribadah kepada Allah-‘Azza wa Jalla.

Bagi yang menyekutukan Allah-ta’ala- atau berbuat kesyirikan, membunuh (tanpa sebab syar’i), dan berzina maka azabnya akan dilipatgandakan serta kekal di dalamnya.

Allah akan menerima tobat seseorang yang benar-benar bertobat dan beramal saleh.

Keenam dan Ketujuh

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (72) وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا (73)

“Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya.” (72). “Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta.” (73). (Qs. al-Furqan: 72-73).

Pada Q.S. al-Furqan ayat 72 disebutkan pula karakteristik yang keenam hamba Allah ialah orang yang tidak mau memberikan saksi palsu dan tidak ikut serta dalam kumpulan orang-orang lalai yang tidak membawa faedah dunia maupun akhirat.

Sementara karakter hmba Allah yang ketujuh QS al-Furqan ayat 73 menyebutkan yaitu bila mendengar ayat-ayat Allah-ta’ala-, mereka pun menyimak dan mengamalkannya.

Seorang mukmin sepantasnya meninggalkan perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat, terlebih jika perkara tersebut merugikan akhiratnya, maka lebih menghindar.

Hendaknya seorang mukmin juga mendengar nasihat dari saudaranya seiman serta sesegera mungkin mengubah sikapnya yang keliru tersebut.

Baca Juga:  Empat warga Garut akhirnya pulang ke kampung halaman usai banjir Sumatra

Kedelapan

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (74) أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا (75) خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (76) قُلْ مَا يَعْبَأُ بِكُمْ رَبِّي لَوْلَا دُعَاؤُكُمْ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامًا (77)

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (74). “Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam.” (75). “Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.” (76). “Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu).” (77). (Qs. al-Furqan: 74-77).

Tipikal hamba Allah berikutnya kedelapan, adalah hamba Allah yang senantiasa berdoa kepada Allah agar dikaruniai keluarga yang saleh dan salehah, menyenangkan hati, serta bisa menjadi panutan kelak bagi orang lain.

Seorang yang memiliki karakter-karakter sifat tersebut, akan diberi balasan oleh Allah berupa kedudukan yang tinggi di surga, disambut dengan penuh penghormatan oleh para malaikat, dan akan kekal di dalamnya sebagai buah dari kesabaran seorang hamba dalam melakukan ketaatan selama hidupnya di dunia.