Kecerdasan Buatan: Penentu Nilai Perusahaan

by -13 views
by
Kecerdasan Buatan: Penentu Nilai Perusahaan



Di era kecerdasan buatan (AI), reputasi perusahaan tidak lagi sekadar persepsi abstrak, melainkan aset ekonomi yang nilainya dapat dihitung dan diproyeksikan. Studi terbaru Burson menunjukkan bahwa cara perusahaan mengelola AI kini menjadi faktor krusial yang menentukan nilai reputasi sekaligus kinerja finansial jangka panjang.

Studi tersebut mengungkap bahwa perusahaan dengan reputasi kuat mampu menghasilkan tambahan laba tahunan bagi pemegang saham rata-rata sebesar 4,78%. Secara global, hal ini membentuk apa yang disebut sebagai Ekonomi Reputasi dengan nilai mencapai US$ 7,07 triliun. Dalam sampel perusahaan yang dianalisis, “laba reputasi” tercatat menambah nilai mulai dari US$ 2 juta hingga US$ 202 miliar. Melampaui estimasi berbasis indikator keuangan konvensional.

“Jika dikelola dengan tepat, reputasi dapat menghasilkan miliaran dolar secara terukur, memperkuat ketahanan perusahaan, dan memberi keyakinan bagi pemimpin untuk mengambil keputusan strategis, termasuk di era AI,” papar Corey duBrowa, CEO Global Burson, dalam keterangan resmi, Jumat (16/1).

Tempat kerja sebagai medan persaingan paling krusial di tengah adopsi AI. Meski kontribusinya hanya 11% dari delapan faktor pembentuk reputasi, kualitas lingkungan kerja menciptakan kesenjangan reputasi hingga 11,8% antara perusahaan dengan kinerja terbaik dan terburuk.

Baca Juga:  Ini yang Dikagumi Mahasiswa Asing dari Indonesia

“Investasi pada pelatihan ulang dan kolaborasi manusia – AI akan memperkuat reputasi, sementara penggunaan AI semata untuk memangkas tenaga kerja justru menciptakan reputation tax,” ungkap Matt Reid, Global Corporate and Public Affairs Lead Burson.

Sektor keuangan menghadapi tekanan reputasi signifikan. Penurunan pada aspek kepemimpinan, tata kelola, dan kontribusi sosial menempatkan sekitar US$ 4,3 miliar nilai reputasi dalam risiko langsung. Ini setara 38% dari total nilai reputasi sektor tersebut.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Reputasi Perusahaan

  • Manajemen AI

    Perusahaan yang mampu mengelola AI dengan baik memiliki daya saing yang lebih tinggi. Studi Burson menunjukkan bahwa pengelolaan AI yang efektif tidak hanya meningkatkan kinerja finansial tetapi juga memperkuat reputasi perusahaan.

  • Kualitas Lingkungan Kerja

    Meskipun hanya berkontribusi 11% terhadap reputasi, lingkungan kerja yang baik menjadi penentu utama dalam membangun citra positif perusahaan. Kesenjangan reputasi antara perusahaan terbaik dan terburuk bisa mencapai 11,8%.

  • Investasi dalam Pelatihan dan Kolaborasi

    Perusahaan yang melakukan investasi dalam pelatihan ulang dan kolaborasi antara manusia dan AI cenderung memiliki reputasi yang lebih baik. Sebaliknya, penggunaan AI hanya untuk memangkas tenaga kerja justru merusak reputasi.

  • Aspek Kepemimpinan dan Tata Kelola

    Di sektor keuangan, penurunan pada aspek kepemimpinan dan tata kelola menjadi ancaman besar bagi reputasi. Hal ini berdampak langsung pada nilai reputasi sebesar US$ 4,3 miliar.

Baca Juga:  Darurat! Jutaan Muslim Somalia Terancam Tewas Karena Lapar

Tantangan di Sektor Keuangan

  • Risiko Reputasi yang Tinggi

    Sektor keuangan menghadapi risiko reputasi yang sangat besar. Penurunan kualitas kepemimpinan dan tata kelola menyebabkan penurunan nilai reputasi sebesar 38%.

  • Kontribusi Sosial yang Menurun

    Kontribusi sosial perusahaan juga menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi. Perusahaan yang kurang aktif dalam kegiatan sosial cenderung mendapat penilaian negatif dari publik.

  • Perlu Adaptasi untuk Menghadapi AI

    Perusahaan di sektor keuangan harus lebih adaptif dalam menghadapi AI. Penggunaan teknologi harus sejalan dengan kebijakan yang ramah lingkungan dan manusia.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.