Proyek Tol Geta Akan Melibatkan 17 Desa di 5 Kecamatan Kabupaten Tasikmalaya
Sejumlah desa di lima kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya akan terkena dampak dari pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya (Tol Geta). Proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang rencananya akan memasuki tahap lelang pada tahun depan. Dengan panjang total 206,65 kilometer, Tol Geta akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia setelah selesai dibangun.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengumumkan bahwa proses registrasi peserta lelang jalan tol akan segera dibuka. Peserta lelang diminta untuk selalu mengikuti informasi melalui kanal resmi BPJT. Pemenuhan persyaratan dan pendaftaran akan dilakukan secara terbuka dan transparan.
Rencana Lelang 19 Proyek Jalan Tol Tahun Depan
Pada awal tahun depan, BPJT akan melakukan lelang terhadap 19 proyek jalan tol. Salah satu proyek yang masuk dalam daftar tersebut adalah Tol Geta. Proyek ini memiliki estimasi nilai investasi mencapai Rp 408,68 triliun. Untuk mendukung persiapan hingga pelaksanaan lelang, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 27,55 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 23,33 miliar dialokasikan khusus untuk tahap penyiapan proyek tol, termasuk Tol Geta. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rachman Arief, menyampaikan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan persiapan seperti pengadaan lahan dan perencanaan teknis.
Daftar Desa dan Kecamatan yang Terdampak Pembangunan Tol Geta
Di Kabupaten Tasikmalaya, 17 desa di lima kecamatan akan terdampak oleh pembangunan Tol Geta. Berikut daftar lengkapnya:
Kecamatan Padakembang
- Desa Cilampunghilir
Kecamatan Leuwisari
- Desa Arjasari
Kecamatan Salawu
- Desa Sukahurip
- Desa Neglasari
Kecamatan Cigalontang
- Desa Kersamaju
- Desa Lengkongjaya
- Desa Nanggerang
- Desa Nangtang
- Desa Pusparaja
- Desa Sirnagalih
- Desa Sukamanah
- Desa Tanjungkarang
- Desa Tenjonagara
Kecamatan Singaparna
- Desa Cikadongdong
- Desa Sukaherang
- Desa Cintaraja
- Desa Cikunir
Profil Jalan Tol Geta
Tol Geta telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional melalui Permenko Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022. Target penyelesaian ruas Gedebage–Tasikmalaya ditetapkan pada 2024. Proyek ini akan membentang sepanjang 206,65 kilometer, terdiri dari:
- Jawa Barat: 171,40 km
- Jawa Tengah: 35,25 km
Jika selesai, Tol Geta akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia, menggeser posisi Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) yang saat ini memegang rekor dengan panjang 189 km.
Trase Tol Geta dibagi menjadi dua seksi:
– Seksi 1: Junction Gedebage–Garut Utara (45,20 km)
– Seksi 2: Garut Utara–Tasikmalaya (50,32 km)
Daftar 19 Proyek Tol KPBU yang Akan Dilelang Tahun 2026
Berikut rincian 19 proyek tol KPBU yang akan dilelang pada 2026 mendatang:
Proyek Prakarsa Pemerintah (Solicited)
- Tol Bandung Intra Urban (BIUTR)
- Tol Pejagan-Cilacap
- Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik
- Tol Malang-Kepanjen
- Tol Gedebage-Tasikmalaya (Geta)
- Tol Gilimanuk-Mengwi
- Tol Bandara Supadio-Pelabuhan Kijing
Proyek Non-Prakarsa Pemerintah (Unsolicited)
- Tol Pluit-Bandara Soekarno Hatta (Tol Tomang-Pluit-Bandara Elevated)
- Tol Cikunir-Karawaci Elevated
- Tol Semanan-Balaraja
- Tol Pelabuhan (Harbour Toll) Semarang
- Tol Bitung-Serpong
- Tol Caringin-Cisarua (Tol Puncak)
- Tol Akses Patimban Extend
Proyek Penugasan Pemerintah
- Tol Rantau Prapat-Kisaran
- Tol Dumai-Simpang Sigandai-Rantau Prapat
- Tol Pelabuhan Panjang-Lematang
- Tol Rengat-JC Pekanbaru








