Panas El Clasico Meledak di Cirebon, Jakmania Nyaris Bentrok dengan Viking di GCM

by -62 views
by
Panas El Clasico Meledak di Cirebon, Jakmania Nyaris Bentrok dengan Viking di GCM

Kericuhan Antara Suporter Persib dan Persija di Cirebon

Keributan antara dua kelompok suporter, yaitu Viking (pendukung Persib Bandung) dan Jakmania (pendukung Persija Jakarta), nyaris terjadi di kawasan Grage City Mall (GCM), Cirebon, Minggu (11/1/2026) petang. Peristiwa ini berlangsung ketika rombongan suporter Viking melintas di sekitar lokasi nonton bareng yang dipadati ribuan Jakmania.

Dari atas Jalan Layang Pegambiran, beberapa benda dilemparkan ke arah rombongan Viking. Dalam hitungan detik, massa Jakmania keluar dari area nobar dan langsung mengejar rombongan yang melintas. Beberapa orang terlihat membawa benda panjang seperti tongkat atau bambu, menciptakan suasana yang sangat tegang.

Video amator yang beredar di grup WhatsApp menunjukkan kerumunan laki-laki muda berlarian di jalanan, sebagian saling berteriak, sementara sebagian lainnya berusaha menghentikan situasi agar tidak memburuk. Di tengah situasi yang semakin tidak terkendali, aparat kepolisian Polres Cirebon Kota langsung bertindak cepat.

Barisan petugas membentuk sekat, memukul mundur massa, dan melakukan penyisiran di jalur-jalur yang dilintasi kedua kelompok suporter. Upaya tersebut berhasil mencegah potensi bentrokan besar yang bisa terjadi.

Baca Juga:  11 Tahun Tragedi 9/11, Menhan AS Minta Warga Tak Lupakan Jasa Militer

Penjelasan dari Kapolres Cirebon Kota

AKBP Eko Iskandar, Kapolres Cirebon Kota, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan terburuk sejak awal. “Pada sore ini kami melaksanakan pengamanan terhadap kegiatan nonton bersama Persib dan Persija. Perlu kami sampaikan, sejak awal kegiatan ini tidak mengantongi izin resmi. Namun karena adanya euforia suporter di jalan, kami mengantisipasi potensi provokasi dan benturan antarpendukung,” ujarnya saat diwawancarai media.

Menurut Eko, kepolisian tidak menghendaki adanya bentrokan antarsuporter dan telah menyiagakan personel hingga malam hari. “Alhamdulillah, sampai saat ini situasi berjalan kondusif dan massa sudah berangsur membubarkan diri,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa ketegangan memang sempat terjadi. Menurutnya, jumlah massa yang besar dan adanya potensi provokasi menjadi fokus utama pengamanan di lapangan. Selain pengamanan di titik nobar, polisi melakukan penyisiran di sepanjang jalur yang dilintasi kedua kelompok suporter untuk mencegah bentrokan lanjutan.

Koordinasi Lintas Komunitas Suporter

Sebelum kejadian, komunitas lintas suporter Pasogati Cirebon telah memetakan titik-titik nobar agar basis pendukung tidak bertemu di satu lokasi. Ketua Pasogati Cirebon, Muhammad Syarifudin alias Gopek, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas komunitas telah dilakukan beberapa hari sebelum laga.

Baca Juga:  Menuju Jabar 1 : Koalisi Babarengan Incar Nas Dem

“Semalam melakukan koordinasi rama tamah bersama perwakilan dari Jakmania Cirebon, Cirebon Relief Together, sama Bobotoh Kampus. Itu dihadiri juga sama Intel dari Polres Cirebon Kota, yang bertempat di rumah saya sendiri,” ujarnya.

Sebagai perwakilan suporter tuan rumah, ia menekankan satu hal yaitu menjaga kondusivitas Cirebon sebelum, saat, dan setelah pertandingan. “Harapan saya, teman-teman yang nobar di tanggal 11 nanti bisa jaga kondusivitas Cirebon. Mau itu berangkat maupun pulang, ataupun saat pertandingan,” katanya.

Ia juga menyoroti larangan konvoi yang kerap menjadi pemantik masalah. “Kita imbau tidak ada konvoi, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Silakan rayakan sepak bola sebagaimana mestinya, tetap jaga Cirebon kita,” katanya.


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.