Pemerintah Kabupaten Cirebon Fasilitasi Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang untuk Masyarakat Tidak Mampu
Bupati Cirebon, H Imron, secara resmi melepas 25 peserta pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang berasal dari masyarakat tidak mampu atau berprestasi di Kabupaten Cirebon. Peserta ini akan diberangkatkan ke Negara Jepang pada tahun 2025. Pelepasan dilakukan di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu (31/12/2025).
Imron menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon telah memfasilitasi warga kurang mampu tetapi berprestasi untuk mengikuti pelatihan kerja bahasa dan budaya Jepang melalui program pengentasan pengangguran dan kemiskinan. Menurutnya, ketika para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ini memiliki kompetensi kerja dan siap menghadapi seleksi dari pemberi kerja, yaitu negara Jepang, serta dapat diterima dan ditempatkan untuk bekerja, pemerintah hadir untuk membantunya.
Selain melepas peserta ke Negara Jepang, Bupati Imron juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) bagi pekerja Migran Indonesia antara bank bjb cabang Sumber dengan Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Rakyat Indonesia.
Imron menegaskan bahwa dengan perjanjian kerja sama dalam pembiayaan KUR, pihaknya ingin melindungi pekerja Migran dari sisi pelindungan ekonomi yakni jeratan hutang dengan bunga yang sangat tinggi oleh oknum peminjam keuangan kepada pekerja migran Indonesia khususnya di Kabupaten Cirebon.
“Kami melakukan fasilitasi lembaga perbankan milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, yaitu bank bjb agar dapat memberikan program pemberian kredit usaha rakyat (KUR) bagi calon pekerja migran Indonesia khususnya asal Kabupaten Cirebon yang telah mendapatkan kesempatan bekerja dari pemberi kerja negara Jepang,” katanya.
“Jadi KUR yang didapat oleh para Pekerja Miran ini bisa dipergunakan untuk biaya proses persiapan pemberangkatan sampai dengan tiket pesawat dan meringankan pengembalian pinjaman dengan bunga yang rendah,” imbuhnya.
Program Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Berlanjut
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Bupati Cirebon untuk pelatihan bahasa dan budaya ke Jepang. Pada bulan Agustus lalu, sudah ada 65 orang yang dilepas untuk pelatihan.
Selain itu, kata Novi, pihaknya juga menindaklajuti program pemerintah pusat dalam hal KUR untuk para PMI. “Alhamdulillah kita (pemda, red) dengan bank bjb sudah jalin komitmen untuk pembiayaan yang tidak memberatkan kepada para PMI. Dimana kita ketahui beberapa pola penempatan dengan dana-dana yang cukup tinggi. Insya Allah dengan kerja sama bank bjb dengan layasan langsung, LPK-nya untuk pendanaan ini akan meringankan para CPMI,” katanya.
Ia menjelaskan dari 65 peserta pelatihan bahasa dan budaya Negara Jepang, sudah ada enam orang yang telah berangkat ke negara Sakura tersebut. “Jadi untuk sekarang yang sudah siap berangkat lagi ada 25 orang, tinggal nunggu proses pemberkasan, paspor dan lain sebagainya,” katanya.
Harapan Pemerintah untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran
Ia berharap dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon mampu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran masyarakat. Pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada keluarga para PMI, sehingga hasil dari anaknya yang bekerja di Negara Jepang bisa bermanfaat dengan baik.
“Pola UMKM itu akan kita jalankan, nanti orang tua ini akan berwirausaha ataupun mata pencarian apa dari uang yang ditransfer anak-anaknya dari negara Jepang, ini akan kita lakukan pendampingan,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Cabang bank bjb Sumber, Kurniawan Teguh Ariwinarto, mengatakan pihaknya membantu para CPMI yang ingin mengajukan KUR tanpa agunan. “Kami siapkan untuk calon peserta magang yang akan berangkat ke Jepang dengan kalau sesuai ketentuan dari BP2M itu maksimal Rp 35 juta.”








