Penjaga Perlintasan Kereta Api di Garut Ditemukan Mabuk Saat Tugas Jaga
Seorang penjaga perlintasan kereta api di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diketahui melakukan tindakan yang tidak terduga. DA (38), yang bertugas di perlintasan kereta api nomor 235 di Kecamatan Cibatu, ditemukan dalam kondisi mabuk berat saat menjalani tugas jaga pada malam pergantian tahun baru.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (1/1/2025) dini hari. DA memilih mengonsumsi minuman keras di tengah tugasnya, sehingga mengganggu kemampuannya untuk menjalankan tanggung jawab sebagai penjaga perlintasan. Kelakuan tersebut akhirnya menarik perhatian petugas kepolisian dari Polsek Cibatu.
Kejadian yang Mengejutkan
Kapolsek Cibatu Iptu Amirudin Latif mengungkapkan bahwa pihaknya curiga dengan perilaku DA saat melaksanakan patroli. “Dia bicaranya ngawur dan tidak terarah,” ujar Iptu Amir kepada media lokal.
Setelah dilakukan interogasi, DA akhirnya mengakui bahwa dirinya telah menenggak miras hingga mabuk. Hal ini membuatnya tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, terutama dalam mengamati lalu lintas dan menutup perlintasan saat kereta melintas.
Tugas yang Sangat Vital
Tugas penjaga perlintasan kereta api sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan dan kereta. DA bertugas di lokasi yang hanya lima menit dari Stasiun Cibatu, sehingga posisinya sangat strategis.
Dalam kondisi mabuk, DA dinilai tidak mungkin dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik. Oleh karena itu, polisi segera menghubungi kepala stasiun untuk meminta pergantian penjaga. Petugas baru datang dalam waktu 10 menit setelah kejadian.
Tindakan Lanjutan
Selain itu, pihak kepolisian juga langsung menghubungi keluarga DA untuk menjemputnya pulang. Iptu Amir menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan PT KAI terkait peristiwa tersebut.
“Dari pihak kepala stasiun akan memberikan sanksi karena masuk kategori pelanggaran berat, ya kemungkinan (diberhentikan),” tambah Iptu Amir.
Pelajaran yang Didapat
Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh petugas yang bertugas di bidang transportasi. Kesadaran akan tanggung jawab dan disiplin sangat penting, terutama dalam situasi yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti menjaga perlintasan kereta api.
DA, yang seharusnya menjadi contoh dalam menjalankan tugas, justru memperlihatkan sikap yang tidak profesional. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan alkohol saat bekerja harus dihindari, terlebih jika tugas tersebut berpotensi membahayakan nyawa orang lain.
Kesimpulan
Peristiwa ini menegaskan kembali pentingnya disiplin dan kesadaran diri dalam menjalankan tugas. Bagi para petugas, apalagi yang bertugas di area kritis seperti perlintasan kereta api, penggunaan alkohol harus benar-benar dihindari. Tidak hanya berisiko terhadap keselamatan diri sendiri, tetapi juga dapat berdampak pada keselamatan masyarakat luas.








