Bekasi, JabarMedia–
Penyidik kepolisian telah mengidentifikasi seorang pria yang terekam dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) membawa cairan pembersih lantai sebelum memasuki kamar kos di Jalan Letnan Arsyad Raya, RT 004/RW 012, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Lokasi tersebut adalah tempat ditemukannya seorang perempuan berinisial SM (23), seorang terapis spa asal Cianjur, dalam kondisi meninggal dunia. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengonfirmasi bahwa identitas pria dalam rekaman CCTV itu sudah diketahui oleh penyidik.
“Ya, identitas pria tersebut sudah diketahui,” ujar Braiel saat dikonfirmasi.
Dalam rekaman CCTV yang diunggah akun Instagram @gobekasi.official, pria tersebut terlihat mengenakan baju hitam dan celana pendek saat berjalan di area kos. Ia juga tampak memperhatikan kondisi sekitar sebelum membuka pintu kamar kos yang menjadi lokasi ditemukannya korban pada Rabu (7/1/2026) malam.
Meski demikian, Braiel mengatakan hasil autopsi terhadap korban hingga kini belum keluar dan belum dapat disampaikan kepada publik.
“Bahwa hasil autopsi belum keluar untuk saat ini. Namun sudah ada 11 saksi yang diperiksa pihak kepolisian,” kata Braiel.
Ia menambahkan, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, proses penyelidikan di lokasi kejadian masih terus berjalan.
“Untuk jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Dan untuk saat ini temuan baru tidak ada dan masih didalami,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, SM ditemukan tewas di kamar kosnya pada Rabu (7/1/2026) malam. Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas tempat tidur setelah pihak keluarga bersama pengelola kos membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.
Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah SM kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat tidak dapat dihubungi oleh orangtuanya sejak siang hari. Pihak keluarga kemudian meminta kerabat untuk mengecek kondisi korban di kos.
Dalam proses olah TKP, penyidik menemukan muntahan berwarna hijau di bawah kasur korban serta botol cairan pembersih lantai. Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari penyelidikan.
Proses Penyelidikan yang Terus Berlangsung
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian SM. Sampai saat ini, penyidik telah memeriksa 11 saksi yang terkait dengan kejadian tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hasil autopsi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah ada unsur kekerasan atau tindakan kriminal lainnya.
Temuan di Lokasi Kejadian
Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, polisi menemukan beberapa barang bukti yang menarik perhatian. Muntahan berwarna hijau ditemukan di bawah kasur korban, yang bisa menjadi indikasi adanya zat kimia yang digunakan dalam kejadian tersebut. Selain itu, sebuah botol cairan pembersih lantai juga ditemukan di dekat tempat tidur korban.
Semua barang bukti tersebut telah diamankan dan akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih lengkap tentang apa yang terjadi sebelum korban meninggal.
Tindakan Keluarga dan Pengelola Kos
Setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal, pihak keluarga langsung mengambil alih jenazah untuk dimakamkan sesuai dengan prosedur agama dan budaya.
Sementara itu, pengelola kos juga turut serta dalam proses investigasi. Mereka memberikan informasi tentang kebiasaan korban dan kondisi kamar kos yang sebelumnya ditempati oleh SM.
Langkah Selanjutnya
Polisi tetap menjaga keterbukaan dalam menyampaikan informasi terkait kasus ini. Meskipun hasil autopsi belum keluar, penyidik tetap berkomitmen untuk menyelesaikan penyelidikan secara transparan dan profesional.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Setiap perkembangan terkait kasus ini akan segera diumumkan oleh pihak kepolisian.








