10 Kecamatan Garut Diguyur Hujan Petir Hari Ini, Puncak Musim Hujan Februari

by -4 views
10 Kecamatan Garut Diguyur Hujan Petir Hari Ini, Puncak Musim Hujan Februari

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Kabupaten Garut

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan prediksi cuaca yang menyatakan bahwa 10 kecamatan di Kabupaten Garut akan dilanda hujan petir pada hari ini, Minggu (15/2/2026). Prediksi ini menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem yang perlu menjadi perhatian masyarakat dan pemangku kepentingan.

Tren Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim

Menurut data BMKG, curah hujan yang mencapai lebih dari 150 milimeter per hari semakin sering terjadi. Pada beberapa kejadian, curah hujan bahkan mencapai 300 hingga 400 milimeter per hari. Hal ini sejalan dengan tren perubahan suhu dan iklim yang terjadi secara global.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa kondisi ini memerlukan peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Terlebih, tantangan ke depan tidak hanya berasal dari perubahan iklim global, tetapi juga dari perlunya penguatan integrasi strategi mitigasi bencana yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya optimal.

Sistem Peringatan Dini Multibahaya

Dalam konteks mitigasi, Andri menekankan pentingnya penguatan Sistem Peringatan Dini Multibahaya (Multi-Hazard Early Warning System/MHEWS) yang terintegrasi. Sistem ini mencakup empat pilar utama, yaitu:

  • Pengetahuan risiko bencana (disaster risk knowledge)
  • Deteksi dan pemantauan (detection, observation, and monitoring)
  • Kesiapsiagaan dan respons
  • Diseminasi informasi yang efektif kepada masyarakat
Baca Juga:  Terungkap, Identitas Kyai Aliran Sesat Halalkan Suami Istri Tukar Pasangan

Selain itu, peningkatan literasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Salah satu upaya penguatan literasi tersebut dilakukan melalui Sekolah Lapang BMKG.

Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Andri menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat tentang bencana hidrometeorologi sangat penting. Ia menegaskan bahwa bencana ini tidak bisa lagi dihindari, sehingga diperlukan edukasi dan program-program yang sampai ke masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap upaya mitigasi bencana.

“Artinya ini juga poin penting untuk meningkatkan awareness dari masyarakat bahwa bencana hidrometeorologi ini tidak bisa kita elakkan lagi terus. Harus kita gugah awareness tersebut melalui edukasi dan program-program yang tentunya sampai ke masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap upaya mitigasi bencana,” jelasnya.

Kolaborasi dalam Mitigasi Bencana

Efektivitas peringatan dini sangat bergantung pada tindak lanjut di tingkat hilir melalui kesiapsiagaan dan kapasitas respons yang melibatkan BNPB, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait. Diseminasi informasi juga memerlukan peran seluruh pemangku kepentingan agar peringatan dini dapat diterima dan dipahami masyarakat secara luas.

Baca Juga:  Wiranto Ajak Hary Tanoe ke DPR

“Peringatan dini dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda jika seluruh komponen sistem peringatan dini bekerja bersama dan saling melengkapi,” tegas Andri.

Peran BMKG dalam Rantai Sistem Peringatan Dini

BMKG berada pada peran hulu dalam rantai sistem peringatan dini, yakni melaksanakan pemantauan, analisis, dan penyampaian peringatan dini terhadap potensi cuaca dan iklim ekstrem, gempabumi, serta tsunami, sekaligus mendiseminasikan informasi tersebut kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.

“Golden time bencana hidrometeorologi sebenarnya cukup panjang, mulai dari tujuh hari, tiga hari, hingga hitungan jam sebelum kejadian. Kuncinya ada pada kesiapsiagaan, pemetaan risiko, dan langkah kontingensi yang jelas di daerah,” ujarnya.

About Author: Jaenal Indra Saputra

Gravatar Image
Jaenal Indra Saputra adalah seorang penulis di media online. Dia bekerja di bagian IT di perusahaan tempat dia bekerja.