ART Laporkan Atasan ASN BPK ke Polres Bogor Diduga Lakukan Penganiayaan

by -3 views
by
ART Laporkan Atasan ASN BPK ke Polres Bogor Diduga Lakukan Penganiayaan

Kasus Penganiayaan terhadap Asisten Rumah Tangga di Kabupaten Bogor

Seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Fitri melaporkan majikannya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), berinisial OAP (Olfit Ariani Purba, 37), ke Polres Bogor. Laporan ini dilakukan karena dugaan penganiayaan yang dialami oleh Fitri selama bekerja di rumah tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Villa Nusa Indah 3, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Fitri mengklaim bahwa ia telah menjadi korban kekerasan fisik selama dua tahun terakhir, dengan intensitas yang meningkat pada Desember 2025. Ia mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk telinga yang disebut sampai berubah bentuk akibat pukulan keras.

“Iya (dipukul berulang kali). Kalau telinga itu nggak sering, tapi sekali mukul keras,” ujar Fitri, dikutip dari Warta Kota.

Selain itu, punggung korban disebut dipukul menggunakan sodet atau sendok penggorengan berbahan besi. “Punggung dipukul pakai sendok penggorengan yang besi punya,” katanya. Seluruh kuku jari Fitri juga mengalami luka karena berusaha menangkis pukulan. “Kan saya nangkis supaya nggak kena mata… baru ‘mana tangannya, mana tangannya’,” ucapnya.

Baca Juga:  Menjelajahi Keindahan Tersembunyi Serang: Curug Leuwi Bumi & Curug Cigumawang, Surga Air Terjun Yang Memikat

Fitri juga mengaku perutnya dicubit berulang kali. Kekerasan yang dialaminya tidak hanya terjadi satu kali, tetapi terus-menerus. Ia menyebut bahwa kekerasan memuncak pada Desember 2025, sehingga akhirnya ia memilih kabur setelah mengalami luka di bagian telinga. “Pas telinga itu saya kabur ke tempat cuci gosok, teman,” ujarnya.

Dugaan Kekerasan Tidak Hanya Menimpa Fitri

Informasi dari warga sekitar menyebut dugaan kekerasan bukan hanya dialami Fitri. Seorang tetangga mengungkapkan bahwa ART sebelumnya juga disebut mengalami perlakuan serupa. “Pembantu pertama juga digebukin katanya,” ujar seorang warga. Warga menilai terduga pelaku dikenal sebagai pribadi yang mudah emosi.

Selain itu, suami dari OAP juga menjadi korban kekerasan. “Kemudian informasi dari tetangga, ini valid ya A 1. Lakinya juga pernah dilempar helm, jadi dia kayak punya power di rumahnya,” katanya. Menurutnya sang suami sampai diteriaki maling oleh Olfit. “Lakinya dibilang, ‘maling, maling’, sempat diteriakin maling suaminya,” katanya.

Informasi tersebut juga dibenarkan oleh Fitri. “Iya bener, omnya tahu darimana ?” kata Fitri.

Baca Juga:  Dana Bergulir Bagi PKL Rp 120 Miliar

Penyelidikan dan Keterangan dari Pihak Berwajib

Berdasarkan keterangan korban kepada pihak kepolisian, dugaan aksi penganiayaan tersebut bukan pertama kali dilakukan. Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh majikan wanitanya berinisial OAP disebut sudah terjadi kurang lebih enam bulan terakhir. “(Dugaan penganiayaan) sejak korban menjadi asisten rumah tangga di sana kurang lebih selama dua tahun,” ujar Kanitres PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, Jumat (20/2/2026).

Sementara itu, kuasa hukum korban, Ruben Alexander Hutagalung, mengatakan bahwa dugaan kekerasan tersebut dilakukan tanpa alasan yang jelas. “Dia juga bingung, nanti dikit-dikit waktu dia ngepel ditendang,” katanya.

Kesimpulan

Kasus ini menunjukkan adanya dugaan kekerasan terhadap pekerja rumah tangga yang berlangsung dalam jangka waktu cukup lama. Dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh OAP tidak hanya menimpa Fitri, tetapi juga mencakup anggota keluarga lainnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan dan perlindungan terhadap pekerja rumah tangga di lingkungan masyarakat.


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.