Pengantar: Mengapa Doa Buka Puasa Begitu Penting?
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Setiap momen di dalamnya memiliki keutamaan, termasuk saat berbuka puasa. Momen berbuka bukan sekadar membatalkan lapar dan dahaga, melainkan juga waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami doa-doa yang diajarkan dan bagaimana mengamalkannya.
Doa Buka Puasa Paling Populer (Hadits Abu Dawud)
Doa ini adalah salah satu yang paling sering diamalkan dan memiliki dasar hadits yang kuat:
Bacaan dan Terjemahan
Berikut adalah bacaan doa serta artinya:
Bacaan Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Bacaan Latin: Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: “Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Makna dan Keutamaan
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 2357), An-Nasa’i (no. 3315), dan dihasankan oleh Al-Albani. Doa ini diucapkan setelah kita membatalkan puasa, misalnya setelah minum air atau memakan kurma pertama. Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT karena telah diberi kemampuan untuk menyelesaikan ibadah puasa sehari penuh dan mendapatkan nikmat berbuka.
Doa Buka Puasa Lainnya (Hadits Riwayat Lain)
Di Indonesia, ada doa lain yang juga sangat populer dan sering diamalkan:
Bacaan dan Terjemahan
Berikut adalah bacaan doa serta artinya:
Bacaan Arab: اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَي رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Bacaan Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika aftartu birahmatika ya arhamar rahimin.
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”
Pendapat Ulama dan Status Haditsnya
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam bentuk mursal (sanadnya tidak sampai kepada Nabi ﷺ karena terputus di tabi’in) dan juga oleh Ibnu Majah dengan sanad yang dhaif (lemah). Meskipun demikian, ulama seperti Imam Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani membolehkan mengamalkan doa-doa yang memiliki keutamaan, meski sanadnya dhaif, selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Banyak umat Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mengamalkan doa ini karena maknanya yang mulia.
Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa Buka Puasa?
Perbedaan redaksi doa terkadang menimbulkan pertanyaan mengenai waktu terbaik membacanya.
Pendapat Ulama: Sebelum atau Sesudah Berbuka?
Doa “Dzahaba azh-zhama’u…“: Mayoritas ulama berpendapat bahwa doa ini dibaca setelah kita membatalkan puasa (misalnya setelah minum air atau makan kurma pertama). Hal ini karena makna doa tersebut (haus telah hilang, urat telah basah) menunjukkan kondisi setelah seseorang berbuka.
Doa “Allahumma laka shumtu…“: Doa ini, yang merupakan permohonan, lebih tepat dibaca saat akan berbuka, atau bersamaan dengan tegukan pertama, sebagai ungkapan niat dan syukur atas rezeki yang Allah berikan.
Tidak ada larangan untuk menggabungkan kedua doa ini. Anda bisa membaca doa “Allahumma laka shumtu…” sebelum atau saat berbuka, kemudian membaca doa “Dzahaba azh-zhama’u…” setelah menelan tegukan pertama atau kurma.
Fleksibilitas dalam Berdoa
Yang terpenting adalah esensi berdoa di waktu mustajab tersebut. Selain doa-doa khusus ini, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak doa-doa kebaikan lainnya, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun kaum muslimin.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adab dan Sunnah Saat Berbuka Puasa
Selain doa, ada beberapa adab dan sunnah yang dianjurkan saat berbuka:
- Menyegerakan Berbuka: Rasulullah ﷺ bersabda, “Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jangan menunda berbuka ketika waktu sudah tiba.
- Berbuka dengan Kurma atau Air: Sunnah Nabi ﷺ adalah berbuka dengan beberapa butir kurma basah (ruthab), jika tidak ada, kurma kering (tamr), dan jika tidak ada, dengan air putih.
- Berdoa di Waktu Mustajab: Ingatlah bahwa waktu berbuka adalah salah satu waktu di mana doa sangat mungkin dikabulkan. Manfaatkan momen ini untuk memanjatkan segala hajat dan permohonan.
- Hindari Berlebihan: Meskipun lapar dan haus, usahakan untuk tidak makan dan minum secara berlebihan. Konsumsi secukupnya untuk menjaga kesehatan dan semangat beribadah.
Kesimpulan
Membaca doa buka puasa merupakan amalan sunnah yang sarat makna dan keutamaan. Baik doa “Dzahaba azh-zhama’u” maupun “Allahumma laka shumtu” memiliki tempatnya masing-masing dalam ibadah kita. Yang terpenting adalah mengamalkannya dengan penuh keikhlasan, rasa syukur, dan keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa-doa kita di waktu yang mulia ini. Semoga Ramadhan kita dipenuhi berkah dan ibadah kita diterima di sisi-Nya.







