Pentingnya Kesadaran Diri dalam Menggunakan Media Sosial Selama Bulan Ramadhan
Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di bulan Ramadhan, kebiasaan scrolling yang berlebihan sering kali mengganggu waktu ibadah dan momen refleksi diri. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk bersikap bijak dalam menggunakan media sosial selama bulan suci ini.
Aan Rukmana, dosen Universitas Paramadina, Jakarta, menilai bahwa penggunaan media sosial selama puasa adalah hal yang manusiawi dan dialami oleh banyak orang, termasuk para tokoh agama. Ia menjelaskan bahwa bahkan para ustaz pun tidak terlepas dari kebiasaan tersebut. Setelah ceramah di masjid, mereka juga bisa saja melihat TikTok atau platform lainnya. Hal ini dianggap sebagai peristiwa duniawi yang wajar terjadi.
Menurut Aan Rukmana, penggunaan media sosial selama Ramadhan tidak harus dilarang. Namun, ia menekankan pentingnya memilih dan memilah konten yang akan dikonsumsi. Ia menyarankan setiap individu untuk bertanya pada diri sendiri: apakah kegiatan menonton konten media sosial tersebut membantu pertumbuhan rohani atau tidak?
Tujuan utama puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi proses penyaringan diri terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk dalam mengonsumsi konten digital. Jika seseorang menonton TikTok, YouTube, atau media sosial lainnya, maka yang perlu dipertanyakan adalah apakah hal tersebut memberikan manfaat rohani atau justru merugikan.
Ia juga menyoroti pentingnya pengendalian diri dalam melakukan scrolling media sosial terhadap konten yang mengarah ke godaan visual. Konten-konten semacam ini bisa mengurangi pahala ibadah puasa yang dilakukan.
Lebih lanjut, Aan Rukmana mengaitkan kebiasaan bermedia sosial dengan ungkapan bijak dari seorang sufi ternama dalam Islam, Jalaluddin Rumi. Menurutnya, “What you seek is seeking you” (Apa yang engkau cari, ia mencarimu) relevan dengan cara kerja algoritma media sosial saat ini. Apa yang sering dicari pengguna akan kembali muncul di linimasa mereka.
Dengan demikian, di momen bulan Ramadhan, kita tidak harus meninggalkan media sosial karena di sana juga banyak konten bermanfaat yang dapat diakses. Algoritma media sosial akan menampilkan konten yang sesuai dengan minat pengguna. Jika kita lebih sering mencari informasi tentang belanjaan, makanan, atau hal-hal lain, maka berita-berita tersebut akan sering muncul di layar kita.
Mengikuti prinsip Rumi, “what you seek is seeking you,” rasanya kita yang memilih apa yang ingin kita tonton. Oleh karena itu, kesadaran diri sangat penting dalam memilih konten yang positif dan bermanfaat selama bulan Ramadhan.
Tips Bijak Menggunakan Media Sosial Selama Bulan Puasa
- Konten yang Bermanfaat: Fokus pada konten edukatif seperti ceramah agama, motivasi, atau tips hidup sehat.
- Batasi Waktu: Tetapkan batas waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu ibadah dan waktu istirahat.
- Pilih Platform yang Sesuai: Gunakan platform yang memiliki konten berkualitas dan sesuai dengan tujuan spiritual.
- Refleksi Diri: Luangkan waktu untuk merenungkan apakah penggunaan media sosial membantu pertumbuhan rohani atau justru mengganggu.
- Hindari Konten Negatif: Jangan terpikat pada konten yang mengandung fitnah, negatif, atau mengundang godaan.







