Gempa M2.6 Guncang Purwakarta, BMKG: Pusat di Darat

by -8 views
Gempa M2.6 Guncang Purwakarta, BMKG: Pusat di Darat

Gempa di Jawa Barat Mengguncang Purwakarta dan Pangandaran

Pada Senin (23/2/2026) pagi, wilayah Jawa Barat kembali diguncang oleh gempa bumi. Gempa tersebut terjadi di Purwakarta dengan kekuatan Magnitudo 2,6. Berdasarkan informasi dari BMKG Wilayah II, gempa berlangsung pada pukul 05.59 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 19 km Barat Daya Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Titik pusat gempa juga memiliki kedalaman sekitar 12 km.

BMKG Wilayah II melaporkan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan signifikan. Namun, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada karena gempa bisa saja terjadi kembali dalam waktu dekat. Informasi ini disampaikan melalui akun X @bmkgwilayah2, yang menyebutkan:

“Info Gempa Mag:2.6, 23-Feb-26 05:59:17 WIB, Lok: 6.70 LS – 107.34 BT (19 km Barat Daya KAB-PURWAKARTA-JABAR), Kedlmn: 12 km ::BMKG.”

Sebelumnya, gempa juga mengguncang wilayah Priangan, Jawa Barat, tepatnya di Pangandaran. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (21/2/2026) malam, menjelang salat tarawih. Gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,2 ini berpusat di darat, sekitar 8 km Timur Laut Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa mencapai 87 km.

BMKG Wilayah II juga memberikan informasi mengenai skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk menilai dampak gempa. Berikut penjelasannya:

Skala MMI

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca Juga:  Ahli Ekspresi Buka Klarifikasi DJ Panda: Banyak Gestur Tidak Tulus

Tindakan Saat Terjadi Gempa

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan

    Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Gempa bisa terjadi kapan saja. Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

  6. Di laut

    Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.

Baca Juga:  SIM Keliling Bandung, 28 Juli 2025