Gempa M2,7 Guncang Pangandaran, Ini Peringatan BMKG

by -16 views
by
Gempa M2,7 Guncang Pangandaran, Ini Peringatan BMKG

Gempa Terkini di Priangan Jawa Barat, Berbagai Wilayah Terdampak

Pada Jumat (27/2/2026) pagi, terjadi gempa bumi yang mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat. BMKG Wilayah II melaporkan bahwa gempa bumi ini terjadi pada pukul 08.18 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di laut, sejauh 93 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 13 km.

BMKG juga menyampaikan informasi gempa tersebut melalui akun X @bmkgwilayah2, dengan disclaimer bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Sebelumnya, terjadi dua kali gempa terkini di Priangan Jawa Barat, yaitu di Pangandaran dan Tasikmalaya. Pada Kamis (26/2/2026) sore dan Jumat (27/2/2026) dini hari, gempa bumi mengguncang wilayah tersebut. Gempa pertama terjadi di Pangandaran pada pukul 03.00 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di laut, sejauh 147 km Selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 13 km.

Selain itu, BMKG Wilayah II juga melaporkan gempa bumi di Tasikmalaya pada pukul 17.23 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,6. Pusat gempa berada di darat, sejauh 16 km Barat Laut Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kedalaman 18 km.

Tidak hanya di Jawa Barat, gempa juga terjadi di Cilacap (Jawa Tengah) pada pukul 15.48 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,2. Pusat gempa berada di laut, sejauh 144 km Selatan Cilacap, Jawa Tengah, dengan kedalaman 10 km. Informasi gempa ini juga disertai disclaimer dari BMKG.

Sebelumnya, gempa terkini juga mengguncang laut selatan Jawa Barat, tepatnya di sebelah Barat Daya Kabupaten Bandung. Gempa bumi terjadi pada pukul 21.42 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,5. Pusat gempa berada di laut, sejauh 110 km Barat Daya Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 km.

Baca Juga:  Plakat Simoncelli Akan Terpampang di Sirkuit Sepang

Selain itu, terjadi dua kali gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Sukabumi dan Bogor pada Rabu (25/2/2026) malam saat salat Tarawih. Gempa pertama terjadi di Sukabumi pada pukul 20.20 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,5. Pusat gempa berada di laut dekat pantai, sejauh 71 km Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 61 km.

BMKG Wilayah II juga melaporkan gempa bumi mengguncang Bogor pada pukul 20.12 WIB dengan kekuatan Magnitudo 1,6. Pusat gempa berada di darat, sejauh 22 km Barat Daya Kota Bogor, Jawa Barat, dengan kedalaman 5 km.

Skala MMI dan Informasi Penting

Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut penjelasan tentang tingkat getaran gempa:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca Juga:  FIFA Matchday: Timnas Indonesia Siap Hadapi Tim Peringkat 57 Dunia, Vietnam Bersemangat

Tindakan Saat Gempa Terjadi

Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi:

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan

    Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

  6. Di laut

    Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.

Baca Juga:  Rumah Sejarah Djiaw Kie Siong: Menjelajahi Jejak Kemerdekaan Di Rengasdengklok, Jawa Barat


















Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.