JABARMEDIA – Dengan penuh semangat, mari kita telusuri topik menarik yang terkait dengan Jalan Braga (Braga City Walk) di Kota Bandung. Mari kita merajut informasi yang menarik dan memberikan pandangan baru kepada pembaca.
Berikut adalah artikel mendalam dan komprehensif mengenai Jalan Braga dan Braga City Walk di Kota Bandung. Artikel ini disusun untuk memberikan panduan lengkap bagi wisatawan, mencakup sejarah, daya tarik, kuliner, hingga informasi logistik.
Menelusuri Jejak “Paris van Java” di Jalan Braga dan Braga City Walk: Panduan Lengkap Wisata Ikonik Bandung
Kota Bandung selalu memiliki cara tersendiri untuk memikat hati para pelancong. Dari udara pegunungan yang sejuk hingga kreativitas warganya yang tak terbatas, Bandung adalah magnet wisata di Jawa Barat. Namun, jika ada satu tempat yang benar-benar merangkum esensi sejarah, estetika, dan modernitas kota ini dalam satu tarikan napas, tempat itu adalah Jalan Braga.
Dikenal sebagai jantung dari julukan “Paris van Java”, Jalan Braga bukan sekadar jalan raya biasa. Ia adalah sebuah koridor waktu yang membawa kita kembali ke masa kejayaan kolonial Hindia Belanda, sekaligus menawarkan gaya hidup modern melalui kompleks Braga City Walk. Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal yang perlu Anda ketahui tentang destinasi legendaris ini.
1. Sejarah Singkat: Dari Jalan Berlumpur Menjadi Pusat Mode Dunia
Sebelum menjadi pusat keramaian seperti sekarang, pada abad ke-19, Jalan Braga hanyalah sebuah jalan kecil yang berlumpur dan sunyi. Awalnya, jalan ini dikenal dengan nama Karreweg atau Jalan Pedati. Nama “Braga” sendiri diyakini berasal dari nama sebuah perkumpulan drama musikal bernama The Braga, yang didirikan oleh warga Belanda di kawasan tersebut pada tahun 1882.
Perubahan besar terjadi ketika para pengusaha Belanda mulai membuka toko-toko mewah, butik mode yang mendatangkan pakaian langsung dari Paris, hingga kafe-kafe eksklusif. Pada tahun 1920-an hingga 1930-an, Braga menjadi pusat perbelanjaan paling bergengsi di Asia Tenggara. Para elit Eropa akan berjalan-jalan di sini untuk memamerkan pakaian terbaru mereka, yang kemudian melahirkan istilah “Paris van Java”.
Hingga saat ini, arsitektur bergaya Art Deco yang megah masih berdiri kokoh di sepanjang jalan, memberikan atmosfer nostalgia yang kental bagi siapa saja yang melintas.
2. Mengenal Braga City Walk: Sentuhan Modern di Kawasan Klasik
Di tengah deretan bangunan tua yang bersejarah, hadir Braga City Walk (BCW). Terletak di Jalan Braga No. 99, kompleks ini merupakan kawasan mixed-use yang menggabungkan pusat perbelanjaan (mall), apartemen, dan hotel (Aston Braga Hotel & Residence).
Braga City Walk dirancang dengan konsep yang unik, di mana fasad depannya tetap mempertahankan estetika kolonial agar selaras dengan bangunan di sekitarnya, namun bagian dalamnya menawarkan fasilitas modern yang lengkap. Di sini, pengunjung bisa menemukan:
- Bioskop XXI: Tempat favorit untuk menikmati film-film terbaru dengan suasana yang lebih privat dibandingkan mall besar lainnya.
- Food Court dan Restoran: Berbagai pilihan kuliner mulai dari makanan cepat saji hingga hidangan lokal.
- Area Hiburan: Tempat bermain anak, biliar, dan pusat kebugaran.
- Event Area: Seringkali menjadi lokasi pameran seni, pertunjukan musik, hingga pasar kreatif komunitas lokal Bandung.
BCW menjadi jembatan bagi wisatawan yang ingin menikmati kenyamanan modern tanpa harus meninggalkan kawasan bersejarah Braga.
3. Pesona Arsitektur dan Estetika Jalanan
Daya tarik utama Jalan Braga terletak pada trotoarnya yang lebar dan dilapisi batu andesit. Berjalan kaki di sini memberikan sensasi seolah sedang berada di salah satu sudut kota di Eropa. Beberapa bangunan ikonik yang wajib Anda perhatikan (dan abadikan dalam foto) antara lain:
- Gedung De Vries: Bangunan toko serba ada pertama di Bandung yang memiliki arsitektur klasik yang sangat anggun.
- Gedung Merdeka: Terletak di ujung Jalan Braga (persimpangan Jalan Asia Afrika), gedung ini adalah lokasi bersejarah Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
- Gedung Bank Indonesia: Salah satu karya arsitek terkenal C.P. Wolff Schoemaker yang menunjukkan kemegahan gaya kolonial.
Setiap sudut Jalan Braga adalah spot foto yang Instagramable. Mulai dari lampu jalan bergaya antik, bangku-bangku besi di pinggir jalan, hingga lukisan-lukisan yang dipajang oleh para seniman jalanan di sepanjang trotoar.
4. Surga Kuliner: Dari Legenda Hingga Tren Kekinian
Wisata ke Braga tidak akan lengkap tanpa memanjakan lidah. Kawasan ini menawarkan perpaduan kuliner yang luar biasa antara resep kuno yang dipertahankan turun-temurun dan kafe-kafe estetik yang sedang tren.
Kuliner Legendaris:
- Braga Permai (Maison Bogerijen): Berdiri sejak tahun 1923, restoran ini adalah salah satu yang tertua di Bandung. Dahulu, ini adalah tempat makan para bangsawan Belanda. Menu andalannya adalah masakan autentik Belanda seperti Bitterballen, Huzarensla, serta berbagai jenis es krim dan roti klasik.
- Sumber Hidangan: Toko roti ini seolah berhenti di masa lalu. Tidak ada musik, tidak ada dekorasi modern. Namun, rasa roti dan kue keringnya (seperti Ananastaart atau Krentenbrood) sangat autentik dengan resep asli Belanda.
- Warung Kopi Purnama: Terletak sedikit bergeser ke Jalan Alkateri (dekat Braga), tempat ini legendaris dengan kopi susu dan roti selai srikaya buatannya sendiri sejak tahun 1930.
Kuliner Kekinian:
- Kopi Toko Djawa: Dahulu merupakan toko buku legendaris, kini bertransformasi menjadi kedai kopi yang sangat populer. Es Kopi Toko Djawa memiliki cita rasa gula jawa yang khas dan atmosfer toko buku tua yang tetap dipertahankan.
- Jurnal Risa Coffee: Terletak di sebuah bangunan tua yang megah, kafe milik penulis Risa Saraswati ini menawarkan suasana yang elegan namun sedikit misterius, sesuai dengan citra pemiliknya.
- Sweet Cantina: Toko es krim kecil yang sering viral karena letaknya yang strategis dan desain tokonya yang sangat lucu untuk dijadikan latar foto.
5. Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Jalan Braga
Selain makan dan berfoto, ada banyak aktivitas lain yang bisa mengisi waktu liburan Anda:
- Melihat Galeri Seni Jalanan: Di sepanjang trotoar, Anda akan melihat deretan lukisan karya seniman lokal. Anda bisa membeli lukisan pemandangan, potret wajah, hingga aliran abstrak dengan harga yang bisa dinegosiasikan.
- Wisata Malam: Saat matahari terbenam, Braga berubah menjadi pusat kehidupan malam. Lampu-lampu jalan mulai menyala, dan suara musik dari bar atau kafe mulai terdengar. Ini adalah waktu terbaik bagi mereka yang ingin bersosialisasi dan menikmati suasana kota yang hidup.
- Berbelanja Barang Antik: Di beberapa sudut dekat Braga, terdapat penjual barang-barang antik mulai dari kamera tua, piringan hitam, hingga koin kuno.
- Menonton Pertunjukan Seni: Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan pertunjukan musik jalanan atau komunitas teater yang sedang beraksi di area publik.
6. Lokasi dan Alamat Lengkap
Jalan Braga terletak di pusat kota yang sangat strategis. Secara administratif, kawasan ini berada di:
Alamat:
Jalan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kode Pos 40111.
Braga City Walk:
Jl. Braga No. 99-101, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111.
Kawasan ini berdekatan dengan titik nol kilometer Bandung, Jalan Asia Afrika, dan Alun-Alun Bandung, sehingga Anda bisa mengunjungi beberapa tempat sekaligus dalam satu hari dengan berjalan kaki.
7. Panduan Transportasi Menuju Jalan Braga
Karena letaknya yang berada di jantung kota, akses menuju Jalan Braga sangatlah mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Menggunakan Kendaraan Pribadi:
- Dari Jakarta: Keluar melalui Gerbang Tol Pasteur, lurus terus melewati Jembatan Pasupati, lalu arahkan kendaraan menuju Jalan Wastukencana dan berlanjut ke Jalan Perintis Kemerdekaan hingga sampai di kawasan Braga.
- Parkir: Parkir di Jalan Braga bisa cukup sulit terutama di akhir pekan. Disarankan untuk memarkir kendaraan di area parkir resmi Braga City Walk atau di gedung parkir Balai Kota Bandung yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki singkat.
Menggunakan Transportasi Umum:
- Kereta Api (KAI): Ini adalah cara yang paling direkomendasikan. Turunlah di Stasiun Bandung (Pintu Selatan). Dari stasiun, Jalan Braga hanya berjarak sekitar 500-800 meter. Anda bisa berjalan kaki selama 10 menit atau menggunakan ojek online.
- Angkutan Kota (Angkot): Banyak rute angkot yang melewati atau berhenti dekat Jalan Braga, seperti:
- Angkot jurusan St. Hall – Lembang.
- Angkot jurusan Kalapa – Ledeng.
- Angkot jurusan Cicaheum – Ciroyom.
- Trans Metro Bandung (TMB) / Bus Damri: Anda bisa menggunakan bus yang melewati jalur Jalan Asia Afrika atau Jalan Wastukencana, lalu turun di halte terdekat seperti Halte Alun-Alun atau Halte Lembong.
- Transportasi Online: Gojek dan Grab sangat mudah ditemukan di seluruh penjuru Bandung. Cukup ketik “Braga City Walk” sebagai tujuan Anda.
8. Tips Berkunjung ke Jalan Braga
Agar pengalaman wisata Anda maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari (sekitar pukul 08.00 – 10.00) jika ingin berfoto dengan suasana yang lebih tenang dan cahaya matahari yang bagus. Jika ingin menikmati keramaian dan kuliner, datanglah pada sore menjelang malam.
- Gunakan Alas Kaki yang Nyaman: Karena aktivitas utama di Braga adalah berjalan kaki di atas batu andesit, hindari menggunakan sepatu hak tinggi (high heels) yang runcing karena bisa terselip di celah batu.
- Waspada Pencopet: Meskipun relatif aman, kawasan ini sangat ramai terutama saat akhir pekan. Selalu jaga barang bawaan Anda dan tetap waspada.
- Siapkan Uang Tunai: Beberapa toko roti tua atau pedagang lukisan jalanan mungkin hanya menerima pembayaran tunai.
- Cek Jadwal Event: Bandung sering mengadakan acara seperti “Braga Free Vehicle” (Braga Beken) pada hari Sabtu dan Minggu tertentu, di mana kendaraan dilarang masuk sehingga pejalan kaki bisa bebas mengeksplorasi jalanan.
9. Destinasi Wisata Terdekat
Setelah puas berkeliling Braga, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat ikonik lainnya yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki:
- Museum Konferensi Asia Afrika: Berjarak hanya sekitar 200 meter dari ujung Jalan Braga. Tempat ini menyimpan sejarah besar diplomasi dunia.
- Alun-Alun Bandung & Masjid Raya Bandung: Tempat bersantai di atas rumput sintetis yang luas.
- Jalan Asia Afrika: Tempat di mana banyak “cosplayer” hantu atau pahlawan super berjejer untuk diajak berfoto.
- Pasar Baru Trade Center: Jika ingin berbelanja pakaian atau kain dengan harga grosir, tempat ini hanya berjarak sekitar 1 km dari Braga.
10. Kesimpulan
Jalan Braga dan Braga City Walk adalah perpaduan sempurna antara masa lalu dan masa kini. Ia bukan sekadar jalan, melainkan identitas dari Kota Bandung itu sendiri. Di sini, Anda bisa belajar sejarah, mengapresiasi arsitektur, menikmati karya seni, hingga memanjakan perut dengan kuliner lintas zaman.
Bagi Anda yang mencari pengalaman wisata yang otentik, romantis, sekaligus dinamis, Jalan Braga adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda saat berada di Jawa Barat. Keindahan bangunan tua yang bersanding dengan kreativitas anak muda Bandung akan memberikan kenangan yang tak terlupakan.
Jadi, kapan Anda berencana untuk berjalan-jalan di sepanjang trotoar legendaris ini dan merasakan sendiri magisnya “Paris van Java”? Segera siapkan kamera dan ajak orang tersayang untuk menikmati pesona abadi Jalan Braga!
Penutup
Dengan demikian, kami berharap artikel ini telah memberikan wawasan yang berharga tentang Jalan Braga (Braga City Walk) di Kota Bandung. Kami berterima kasih atas perhatian Anda terhadap artikel kami. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya!









