Pemerintah Greenland Menolak Bantuan Kapal Rumah Sakit Trump

by -1 views
Pemerintah Greenland Menolak Bantuan Kapal Rumah Sakit Trump

Perdana Menteri Greenland Meminta Presiden AS Berbicara Langsung

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengumumkan rencana mengirim kapal rumah sakit ke pulau Arktik tersebut. Permintaan ini muncul setelah Trump menyampaikan pernyataannya melalui platform Truth Social, tanpa berkomunikasi langsung dengan pihak setempat.

Trump dalam unggahannya mengklaim bahwa banyak warga di Greenland sedang sakit dan tidak mendapatkan perawatan yang layak. Ia juga menyebut bahwa kapal rumah sakit akan segera tiba untuk membantu masyarakat setempat. Namun, respons dari pemerintah Greenland sangat tegas, menegaskan bahwa mereka tidak memerlukan bantuan tersebut.

Trump Kirim Kapal Rumah Sakit ke Greenland

Dalam unggahan di Truth Social, Trump bersama utusannya untuk Greenland, Jeff Landry, mengumumkan rencana pengiriman kapal rumah sakit yang hebat. Ia mengklaim bahwa kapal tersebut sedang dalam perjalanan.

“Kamu kirim kapal rumah sakit untuk mengurus banyak orang yang sakit, dan tidak dirawat dengan baik di sana. Kapalnya sedang dalam perjalanan!!!” ujar Trump, seperti dilansir dari BBC, Senin (23/2/2026).

Baca Juga:  Pimpin BP4 Garut, Kakanwil Ajak Kurangi Angka Perceraian

Unggahan itu disertai gambar ilustrasi atau kemungkinan gambar berbasis kecerdasan buatan dari USNS Mercy, salah satu dari dua kapal rumah sakit yang dioperasikan Angkatan Laut AS. Belum jelas apakah Trump merujuk secara spesifik pada kapal tersebut atau apa yang mendorong keputusannya.

Unggahan itu muncul tak lama setelah Komando Arktik Gabungan Denmark menyatakan telah mengevakuasi seorang awak kapal selam AS yang membutuhkan perawatan medis mendesak di dekat Nuuk. Namun, tidak diketahui apakah pernyataan Trump terkait dengan insiden tersebut.

Respons Greenland: Bantuan Trump Tak Diperlukan

Menanggapi unggahan tersebut, Nielsen menyatakan bahwa usulan Trump telah dicatat, tetapi tidak diperlukan. Ia juga membandingkan sistem kesehatan Greenland dengan Amerika Serikat.

“Itu kami catat. Tetapi kami memiliki sistem layanan kesehatan publik di mana perawatan gratis bagi warga. Tidak seperti di Amerika Serikat, di mana pergi ke dokter itu berbayar,” tulis Nielsen di Facebook.

Nielsen kemudian meminta agar komunikasi dilakukan secara langsung, bukan melalui media sosial. “Bicaralah kepada kami alih-alih hanya membuat luapan pernyataan yang acak di media sosial,” ujarnya.

Baca Juga:  4.271 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Kuningan Resmi Diangkat

Trump Ingin Kuasai Greenland

Trump memiliki ketertarikan terhadap Greenland, pulau luas kawasan Arktik yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Pada Januari 2026 lalu, ia mengakui tidak akan mengambil pulau tersebut dengan paksa, setelah sebelumnya sempat menolak untuk mengesampingkan kemungkinan itu.

Trump kemudian mengumumkan adanya kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan antara Amerika Serikat dan Greenland. Namun, Denmark dan sekutu NATO menegaskan tidak akan menyerahkan kedaulatan atas wilayah tersebut.

Sebulan setelah pengumuman kerangka kerja tersebut, detailnya masih belum jelas. Awal Februari 2026, Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan negara-negara Eropa bersedia membuat banyak akomodasi, meskipun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai bentuknya.

Sementara itu, Greenland menegaskan tetap terbuka untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, namun menekankan pentingnya dialog langsung dan penghormatan terhadap sistem serta kedaulatannya sendiri.

Perkuat Kedaulatan, Kanada dan Prancis Buka Konsulat di Greenland